Monday, 10 August 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

Realisasi Pendapatan Daerah Kabupaten Lampung Barat Rp 511,82 Miliar hingga Juli 2026

10 August 2026 14:00 WIB
Oleh: Ahmad Fauzi
Dibaca: 2 kali
Bagikan:
Realisasi Pendapatan Daerah Kabupaten Lampung Barat Rp 511,82 Miliar hingga Juli 2026
Foto: Kupas Tuntas

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

hingga 31 Juli 2026 mencapai Rp511,82 miliar atau 54,06 persen dari target yang ditetapkan sebesar Rp946,80 miliar.

Dengan capaian tersebut, pemerintah daerah masih memiliki sisa target pendapatan sebesar Rp434,98 miliar yang harus dikejar hingga akhir tahun anggaran 2026.

Berdasarkan Rekapitulasi Target dan Realisasi Pendapatan APBD Tahun Anggaran 2026 sampai dengan 31 Juli 2026, target pendapatan daerah Lampung Barat ditetapkan sebesar Rp946.809.326.585,96.

Sementara realisasi yang telah dicapai mencapai Rp511.824.679.930,30 atau 54,06 persen, sehingga terdapat selisih sebesar Rp434.984.646.655,66 dari target yang belum terealisasi.

Secara umum, pendapatan daerah Lampung Barat bersumber dari tiga kelompok utama, yakni Pendapatan Asli Daerah (PAD), pendapatan transfer, serta lain-lain pendapatan daerah yang sah.

Ketiga kelompok tersebut menjadi sumber pembentuk total pendapatan daerah yang tercatat sebesar Rp511,82 miliar hingga akhir Juli 2026.

Pendapatan Asli Daerah atau PAD merupakan penerimaan yang bersumber dari kemampuan daerah sendiri. Dalam struktur PAD Lampung Barat, sumbernya meliputi pajak daerah, retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, serta lain-lain PAD yang sah. Untuk 2026, PAD ditargetkan sebesar Rp95.198.473.154,41 dan hingga 31 Juli telah terealisasi Rp46.781.483.004,30 atau 49,14 persen.

Dengan realisasi tersebut, PAD Lampung Barat masih menyisakan target sebesar Rp48.416.990.150,11. Artinya, penerimaan yang bersumber dari kemampuan daerah sendiri baru terealisasi sekitar separuh dari target yang ditetapkan dalam APBD 2026.

Capaian PAD ini juga masih berada sedikit di bawah persentase realisasi pendapatan daerah secara keseluruhan yang telah mencapai 54,06 persen.

Sementara itu, pendapatan transfer menjadi sumber penerimaan terbesar dalam struktur pendapatan Lampung Barat. Pendapatan transfer secara umum terdiri dari transfer dari pemerintah pusat dan transfer antar daerah.

Untuk tahun 2026, target pendapatan transfer ditetapkan sebesar Rp847.077.111.431,55 dengan realisasi hingga 31 Juli mencapai Rp460.429.801.926 atau 54,36 persen.

Dengan capaian 54,36 persen tersebut, pendapatan transfer masih menyisakan target sebesar Rp386.647.309.505,55. Besarnya nilai transfer dibandingkan PAD menunjukkan bahwa struktur pendapatan Lampung Barat masih sangat ditopang oleh penerimaan transfer.

Target transfer sebesar Rp847,07 miliar bahkan jauh lebih besar dibandingkan target PAD yang berada di angka Rp95,20 miliar.

Selain PAD dan pendapatan transfer, terdapat pula kelompok lain-lain pendapatan daerah yang sah. Kelompok ini merupakan bagian lain dari struktur pendapatan daerah di luar PAD dan transfer.

Dalam laporan tersebut, kelompok lain-lain pendapatan daerah yang sah ditargetkan sebesar Rp4.533.742.000 dan sampai 31 Juli 2026 telah terealisasi Rp4.612.380.004,30 atau 101,74 persen.

Realisasi pada kelompok lain-lain pendapatan daerah yang sah tersebut telah melampaui target sekitar Rp78,64 juta.

Dengan demikian, meskipun nilai kelompok ini jauh lebih kecil dibandingkan PAD maupun pendapatan transfer, realisasinya secara persentase telah melewati target yang ditetapkan pemerintah daerah untuk 2026.

Jika dilihat dari keseluruhan struktur pendapatan, pendapatan transfer menjadi penyumbang terbesar, disusul PAD dan lain-lain pendapatan daerah yang sah.

Dari total target Rp946,80 miliar, sekitar Rp847,08 miliar atau sebagian besar target berasal dari pendapatan transfer, sementara PAD ditargetkan sekitar Rp95,20 miliar dan lain-lain pendapatan daerah yang sah sekitar Rp4,53 miliar.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Lampung Barat, Drs. Daman Nasir, MP, tercantum sebagai pejabat yang mengetahui dokumen rekapitulasi target dan realisasi pendapatan tersebut.

Capaian sampai Juli ini menjadi gambaran posisi pendapatan daerah sebelum memasuki periode akhir tahun anggaran, dengan masih terdapat target yang cukup besar untuk direalisasikan.

“Realisasi pendapatan daerah sampai dengan 31 Juli 2026 sudah mencapai Rp511,82 miliar atau 54,06 persen dari target Rp946,80 miliar. Dengan masih adanya sisa target sekitar Rp434,98 miliar, tentu diperlukan upaya optimalisasi penerimaan pada sisa tahun anggaran,” kata Drs. Daman, saat dikonfirmasi, Senin (10/8/2026).

Dari sisi kemampuan daerah menghasilkan pendapatan sendiri, realisasi PAD sebesar Rp46,78 miliar atau 49,14 persen menunjukkan masih terdapat ruang untuk meningkatkan penerimaan dari sumber-sumber yang menjadi kewenangan daerah.

Sementara pendapatan transfer telah mencapai Rp460,43 miliar atau 54,36 persen, sehingga percepatan realisasi kedua kelompok pendapatan tersebut akan berpengaruh besar terhadap capaian pendapatan daerah secara keseluruhan.

Dengan waktu yang masih tersisa hingga akhir tahun anggaran, Lampung Barat perlu mengejar kekurangan pendapatan sebesar Rp434,98 miliar.

Jika melihat struktur pendapatannya, sebagian besar kekurangan tersebut berasal dari target pendapatan transfer yang masih tersisa sekitar Rp386,65 miliar, sedangkan PAD masih memiliki kekurangan sekitar Rp48,42 miliar. Adapun kelompok lain-lain pendapatan daerah yang sah telah melampaui targetnya.

“Yang menjadi perhatian adalah menjaga realisasi pendapatan agar terus meningkat sampai akhir tahun. Optimalisasi PAD dan pemantauan realisasi pendapatan transfer menjadi bagian penting dalam upaya mencapai target pendapatan daerah yang telah ditetapkan,” jelasnya.

Secara keseluruhan, hingga 31 Juli 2026 pendapatan Lampung Barat telah terealisasi Rp511,82 miliar atau 54,06 persen dari target Rp946,80 miliar.

Pendapatan tersebut berasal dari PAD sebesar Rp46,78 miliar, pendapatan transfer sebesar Rp460,43 miliar, serta lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar Rp4,61 miliar.

Dengan masih tersisa Rp434,98 miliar dari target keseluruhan, percepatan realisasi pada sisa tahun anggaran menjadi pekerjaan pemerintah daerah untuk memastikan target pendapatan 2026 dapat tercapai.

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari