BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -
(KUR) di Provinsi Lampung hingga Mei 2026 mencapai Rp3,59 triliun. Sektor pertanian menyerap KUR paling banyak.
Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kemenkeu Lampung, Purwadhi Adhiputranto menyampaikan, plafon KUR 2026 di Lampung sebesar Rp10,63 triliun.
"Sejak Januari sampai Mei 2026, realisasinya baru mencapai 33,76 persen atau sebesar Rp3,59 triliun, sehingga perlu ditingkatkan," ujar Purwadhi Adhiputranto dilansir dari Antara, Jumat (15/5/2026).
Ia menyampaikan bila dilihat berdasarkan skema realisasi penyaluran KUR terdiri atas realisasi KUR kecil sebesar Rp706 miliar, KUR mikro Rp2,8 triliun, KUR super mikro Rp1,2 miliar, dan KUR TKI Rp628 juta.
"Selain KUR ada juga skema penyaluran melalui pembiayaan ultramikro (UMI) disini penyaluran pembiayaan dilakukan oleh lembaga keuangan bukan bank dan realisasinya sebesar Rp241,7 miliar yang terdiri dari realisasi UMI Rp241,6 miliar dan realisasi UMI Pro Rp100 juta," katanya.
Dia menjelaskan untuk jumlah debitur per skema penyaluran pembiayaan untuk debitur KUR total sebanyak 61.299 orang, yang terdiri atas debitur KUR kecil sebanyak 3.013 orang, KUR mikro 58.126 orang debitur, KUR super mikro 140 orang debitur, dan KUR TKI 20 orang debitur.
Sedangkan, debitur dari skema UMI ada sebanyak 33.288 orang debitur secara keseluruhan, yang mana untuk debitur UMI ada 33.287 orang dan debitur UMI Pro 1 orang.
"Bila dilihat dari setor untuk KUR berasal dari sektor pertanian, perburuan dan kehutanan sebesar 56,24 persen serta dari UMI berasal dari sektor perdagangan besar serta eceran sebanyak 6,30 persen," ucap dia.
Menurut dia, untuk kontribusi penyalur KUR terbesar adalah BRI dengan persentase 70,25 persen.
"Sedangkan, untuk daerah dengan pemanfaatan KUR terbesar ada di Kabupaten Lampung Tengah dengan persentase 24,11 persen, dan untuk UMI ada di Kabupaten Lampung Selatan dengan persentase 1,01 persen. Oleh karena itu, diharapkan masyarakat bisa banyak memanfaatkan pembiayaan ini terutama untuk skema UMI yang masih bisa terus dimanfaatkan," tambahnya.