BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -
satu program Pemprov Lampung dalam menekan angka putus sekolah terus berjalan di Kabupaten Lampung Utara.
SMA Negeri 1 Kotabumi menjadi salah satu SMA induk pelaksana program tersebut dengan melayani anak-anak yang sebelumnya putus sekolah agar kembali mendapatkan akses pendidikan.
Hingga saat ini, tercatat sebanyak 23 siswa mengikuti Program SMA Terbuka yang berada di bawah SMA Negeri 1 Kotabumi.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 8 siswa mengikuti acara belajar di Tempat acara Belajar (TKB) yang berada di SMA Negeri 1 Kotabumi, sementara sekitar 15 siswa lainnya merupakan warga binaan yang mengikuti pembelajaran di Rumah Tahanan (Rutan) Kotabumi.
Kepala SMA Negeri 1 Kotabumi, Media Sari Putri, mengungkapkan Program SMA Terbuka merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mengakomodasi anak-anak yang tidak lagi bersekolah agar dapat kembali memperoleh pendidikan formal.
"Program ini kan program Gubernur untuk mengakomodir anak-anak yang putus sekolah. Jadi anak-anak yang usianya, yang penting tidak lewat dari 21 tahun,” ujar Media saat dimintai keterangan dilingkungan kantor Gubernur, Rabu (7/10/2026).
Menurutnya, pelaksanaan Program SMA Terbuka di SMA Negeri 1 Kotabumi mendapat respons positif dari masyarakat. Bahkan, jumlah peserta didik dari kalangan warga binaan di Rutan terus bertambah.
"Alhamdulillah antusias dari masyarakat cukup tinggi. Terutama setiap minggu kita mendapat tambahan siswa baru dari warga binaan rutan,” katanya.
Dalam pelaksanaannya, SMA Terbuka di bawah SMA Negeri 1 Kotabumi memiliki dua lokasi acara belajar. Pertama, TKB yang berada di lingkungan SMA Negeri 1 Kotabumi. Kedua, acara pembelajaran yang digelar di Rutan bagi warga binaan yang memenuhi persyaratan mengikuti program.
Khusus bagi siswa yang berada di rutan, proses pembelajaran dilakukan dengan sistem guru melakukan kunjungan langsung ke lokasi.
Setiap guru mata pelajaran datang sesuai jadwal yang telah ditentukan dan memberikan pembelajaran secara tatap muka.
Pihak rutan juga telah menyiapkan ruangan khusus untuk acara belajar mengajar sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung sebagaimana acara sekolah pada umumnya.
"Jadi ada dua tempat acara belajar, satu di SMA 1, yang satunya di rutan. Setiap minggu guru masing-masing mata pelajaran itu datang ke rutan. Disiapkan ruangan, jadi belajar seperti umumnya,” jelas Media.
acara belajar bagi siswa warga binaan tersebut digelar secara penuh setiap hari Sabtu. Para siswa mendapatkan pembelajaran dari guru mata pelajaran sebagaimana peserta didik pada umumnya.
SMA Negeri 1 Kotabumi menargetkan Program SMA Terbuka dapat menjangkau lebih banyak anak putus sekolah di wilayah Lampung Utara.
Untuk mencapai target tersebut, pihak sekolah terus melakukan sosialisasi dan membangun koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) dan pemerintah kecamatan.
Pendataan terhadap anak-anak yang putus sekolah dilakukan untuk kemudian diarahkan agar dapat kembali menempuh pendidikan melalui Program SMA Terbuka.
"Target kita kan kita rekrut sebanyak-banyaknya. Kita selalu sosialisasi, kerja sama dengan Forkopimcam, kecamatan, supaya mendata anak-anak yang putus sekolah dan sebagainya untuk didaftarkan di SMA Terbuka SMA 1 Kotabumi,” ungkapnya.
Namun, upaya menjaring peserta didik baru masih menghadapi beragam kendala. Salah satunya adalah kondisi anak-anak putus sekolah yang sebagian besar sudah bekerja dan berada di luar daerah.
Menurut Media, banyak anak putus sekolah di Lampung Utara yang memilih bekerja ke luar wilayah sehingga proses pendataan dan perekrutan peserta didik menjadi lebih sulit.
"Kendalanya lagi balik lagi, umumnya anak-anak putus sekolah ini banyak yang sudah bekerja keluar daerah,” ujarnya.
Selain persoalan mobilitas anak putus sekolah, jarak juga menjadi salah satu tantangan dalam memperluas pelaksanaan SMA Terbuka. Saat ini, acara belajar di TKB SMA Negeri 1 Kotabumi masih lebih banyak menjangkau masyarakat yang berada di Kecamatan Kotabumi dan wilayah sekitarnya.
Pihak sekolah sebenarnya terus menjajaki kemungkinan pembukaan atau pengembangan titik acara belajar di wilayah lain. Namun, hingga saat ini lokasi yang sudah berjalan secara aktif adalah TKB di SMA Negeri 1 Kotabumi dan lokasi pembelajaran bagi warga binaan di rutan.
"Untuk ke depan kita juga jajaki semua, tapi hingga hari ini baru yang jalan itu dengan rutan. Kalau yang lain dari masyarakat sekitar, beberapa kecamatan, mungkin agak terkendala jarak di TKB kita Kotabumi,” jelas Media.
Karena itu, untuk sementara waktu, peserta didik yang mengikuti acara belajar di TKB SMA Negeri 1 Kotabumi masih didominasi anak-anak dari Kecamatan Kotabumi dan daerah di sekitarnya.
Meski menghadapi berbagai tantangan, SMA Negeri 1 Kotabumi berkomitmen untuk terus menjalankan program tersebut. Sekolah mengharapkan semakin banyak anak yang sebelumnya tidak dapat melanjutkan pendidikan bisa kembali memperoleh kesempatan belajar melalui SMA Terbuka.