BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono ditunjuk menjadi Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) menggantikan Nanik S Deyang yang mundur karena alasan kesehatan.
Sudaryono akan dilantik oleh Presiden RI Prabowo Subianto hari ini, Rabu (22/7/26). Ia merupakan politisi Partai Gerindra yang memiliki beragam pengalaman.
Dikutip dari laman resminya, sudaryono.id, Sudaryono, atau yang akrab disapa Mas Dar lahir di Grobogan, tepatnya di sebuah dusun bernama Mangunrejo, Desa Tambirejo, Kecamatan Toroh, 23 Januari 1985. Dia merupakan anak semata wayang dari Yahyo, ayahnya, dan Suwarni, ibunya. Ayahnya berprofesi sebagai petani.
Sudaryono merupakan lulusan kampus ternama di Jepang, yakni National Defense Academy of Japan pada 2004-2009. Dia mendapatkan program beasiswa untuk kuliah di Negeri Sakura tersebut.
Sementara itu, Sudaryono mengawali kariernya dari 2014 sebagai Corporate Secretary di Nusantara Energy, kemudian dipercaya menjadi CEO Garuda TV pada 2018. Selanjutnya, ia juga menjadi CEO PT Nusantara Telematics System sejak 2019, dan Chairman PT Sahabat Sejati Sejahtera Farma sejak 2020.
Selain kepemimpinan di dunia profesional yang digelutinya, dia juga aktif pada organisasi sosial. Sejak 2021, Sudaryono menjabat Ketua Umum Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI), Ketua Dewan Pembina DPP Pedagang Pejuang Indonesia Raya (PAPERA), CEO Garuda TV, CEO PT Indonesian Defense and Security Technologies, dan banyak lagi.
Di politik, Sudaryono sempat menjadi Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Tengah. Sudaryono kemudian dilantik sebagai Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) menggantikan Harvick Hasnul Qolbi pada Juli 2024 oleh Presiden RI ke-7 Joko Widodo (Jokowi).
Sudaryono kemudian kembali ditunjuk dan dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai Wakil Menteri Pertanian di Kabinet Merah Putih pada 21 Oktober 2024.
Selain itu, Sudaryono memiliki harta kekayaan sebesar Rp31.394.894.928 sudah dikurangi utang berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dilaporkannya ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 29 Maret 2026.
Hartanya itu terdiri dari tanah dan bangunan Rp69.694.000.000, alat transportasi dan mesin Rp1.074.900.000, surat berharga Rp7.645.500.000, kas dan setara kas Rp13.345.770.717. Ia juga memiliki utang sebesar hutang Rp60.365.275.789.
Sebagai perbandingan pada tahun sebelumnya, harta yang dilaporkan Sudaryono pada 20 Januari 2025 hanya sebesar Rp8.861.192.525 sudah dikurangi utang yang berupa tanah dan bangunan senilai Rp50.294.000.000, alat transportasi dan mesin Rp750.000.000, harta bergerak lainnya Rp2.325.000.000, surat berharga Rp7.558.000.000, kas dan setara kas Rp8.404.192.525. Selain itu terdapat utang Rp60.470.000.000. (*)