Monday, 12 October 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

Perkuat Layanan Kesehatan, 22 Dokter Internship Diterjunkan ke Lampung Barat

12 October 2026 19:00 WIB
Oleh: Rina Wulandari
Dibaca: 1 kali
Bagikan:
Perkuat Layanan Kesehatan, 22 Dokter Internship Diterjunkan ke Lampung Barat
Foto: Kupas Tuntas

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

22 dokter peserta Program Internsip Dokter Umum dan Dokter Gigi Indonesia Angkatan III Tahun 2026 mulai dipersiapkan untuk memperkuat pelayanan kesehatan di Kabupaten Lampung Barat.

Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus, meminta para dokter muda tersebut tidak hanya menjalankan tugas profesi, tetapi juga menghadirkan inovasi baru guna meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Penerimaan para peserta program internsip tersebut berlangsung di rumah dinas Bupati Lampung Barat, Senin (12/10/2026).

Dalam kesempatan itu, Parosil menyambut langsung kehadiran para dokter yang akan menjalani masa penugasan di beragam fasilitas pelayanan kesehatan di wilayah Lampung Barat.

Dari total 22 peserta, sebanyak 16 orang merupakan dokter umum yang akan menjalani penugasan selama satu tahun.

Sementara itu, enam peserta lainnya merupakan dokter gigi yang akan bertugas selama enam bulan sesuai dengan ketentuan program internsip yang diikuti.

Para peserta tersebut berasal dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Latar belakang pendidikan dan pengalaman akademik yang beragam diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi pengembangan pelayanan kesehatan, sekaligus menghadirkan perspektif baru dalam memberikan layanan kepada masyarakat Lampung Barat.

Dalam arahannya, Parosil menekankan bahwa kehadiran para dokter internsip tidak boleh dipandang sebatas penambahan jumlah tenaga medis di fasilitas kesehatan.

Lebih dari itu, para dokter muda tersebut diharapkan mampu memberikan sumbangsih nyata melalui gagasan, pendekatan, dan inovasi yang dapat mendukung peningkatan mutu pelayanan kesehatan di daerah.

Menurut Parosil, keberagaman asal daerah dan perguruan tinggi para peserta merupakan potensi yang perlu dimanfaatkan secara maksimal.

Perbedaan latar belakang tersebut diharapkan dapat memperkaya pengalaman, wawasan, serta cara kerja dalam menghadapi berbagai persoalan pelayanan kesehatan yang dijumpai selama menjalankan tugas.

Ia menilai, para dokter muda memiliki kesempatan untuk membawa semangat baru dalam lingkungan kerja, termasuk memberikan masukan yang membangun terhadap pola pelayanan yang selama ini berjalan.

Dengan demikian, pelaksanaan program internsip tidak hanya menjadi bagian dari proses pengembangan kompetensi dokter, tetapi juga dapat memberikan manfaat langsung bagi fasilitas kesehatan tempat mereka bertugas.

"Hadirnya mereka memberikan warna yang berbeda di Lampung Barat, mengingat mereka dari berbagai daerah dan perguruan tinggi," ujar Parosil saat memberikan arahan kepada para peserta internsip.

Parosil menginginkan, perbedaan pengalaman dan pengetahuan yang dimiliki para dokter dapat menjadi modal untuk mengembangkan pelayanan kesehatan yang lebih baik.

Ia juga meminta para peserta agar mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja, memahami kebutuhan masyarakat setempat, serta membangun kerja sama yang baik dengan tenaga kesehatan lainnya.

"Bisa memberikan nuansa dan cara kerja yang berbeda. Harus bisa menyesuaikan diri. Berikan inovasi baru terhadap pelayanan di Lampung Barat," tegasnya.

Pesan tersebut menjadi penekanan bagi para dokter internsip agar tidak hanya berfokus pada pelaksanaan tugas rutin, tetapi juga mampu melihat peluang perbaikan dalam proses pelayanan.

Inovasi yang dihadirkan diharapkan dapat mendukung pelayanan yang lebih efektif, responsif, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat, dengan tetap memperhatikan standar profesi serta ketentuan yang berlaku.

Selain mendorong lahirnya inovasi, Parosil juga menekankan pentingnya memastikan pelayanan kesehatan dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.

Menurutnya, keberadaan tenaga medis harus memberikan manfaat nyata, terutama dalam membantu masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan sesuai kebutuhan mereka.

Ia mengingatkan bahwa pelayanan kesehatan tidak semestinya hanya berorientasi pada aktivitas di dalam gedung rumah sakit atau puskesmas.

Para dokter diharapkan memiliki kepedulian terhadap kondisi masyarakat secara luas, sehingga pelayanan yang diberikan dapat menjangkau berbagai kelompok masyarakat yang membutuhkan.

Dengan penempatan di rumah sakit dan puskesmas, para dokter internsip diharapkan dapat menjalankan tugas sesuai dengan lokasi penugasan masing-masing sekaligus beradaptasi dengan karakteristik pelayanan di setiap fasilitas kesehatan.

Penempatan tersebut juga menjadi kesempatan bagi para peserta untuk menerapkan ilmu kedokteran yang telah diperoleh selama pendidikan dalam praktik pelayanan secara langsung.

Sebanyak 16 dokter umum akan ditempatkan di RSUD Alimuddin Umar, Puskesmas Fajar Bulan, dan Puskesmas Gedung Surian.

Sementara itu, enam dokter gigi akan menjalankan penugasan di RSUD Alimuddin Umar dan Puskesmas Kenali. Mereka diharapkan dapat menjalankan tanggung jawab secara profesional serta berkontribusi dalam mendukung pelayanan kesehatan di masing-masing tempat tugas.

Menutup arahannya, Parosil menyampaikan ucapan selamat bertugas kepada seluruh peserta internsip dan meminta mereka memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Ia menginginkan, masa penugasan para dokter tersebut dapat menjadi kesempatan untuk mengembangkan kemampuan sekaligus memberikan kontribusi positif bagi peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Lampung Barat.

"Selamat bekerja di Lampung Barat dan berikan pelayanan sebaik-baiknya kepada masyarakat Lampung Barat," tutupnya.

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari