Saturday, 09 May 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

Perang Lawan Praktik Titipan, Pemprov Lampung Deklarasikan SPMB 2026 Bersih

08 May 2026 12:00 WIB
Oleh: Rina Wulandari
Dibaca: 3 kali
Bagikan:
Perang Lawan Praktik Titipan, Pemprov Lampung Deklarasikan SPMB 2026 Bersih
Foto: Radar Lampung

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

– Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung mendeklarasikan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru Tahun Ajaran 2026/2027 yang bersih di Aula Disdikbud Lampung, Jumat 8 Mei 2026.

Deklarasi tersebut ditandai dengan penandatanganan pakta integritas sebagai bentuk komitmen mewujudkan penerimaan murid yang objektif dan transparan.

acara itu dihadiri jajaran pemerintah daerah, aparat penegak hukum, kepala sekolah, hingga unsur masyarakat di Provinsi Lampung.

Kepala Disdikbud Lampung Thomas Amirico menyampaikan, SPMB merupakan penyempurnaan dari sistem Penerimaan Peserta Didik Baru atau PPDB sebelumnya.

Menurutnya, sistem baru itu dirancang untuk memberikan akses pendidikan yang lebih adil dan berkualitas bagi seluruh peserta didik.

“SPMB bertujuan memberikan kesempatan adil bagi seluruh murid mendapatkan layanan pendidikan berkualitas yang dekat dengan domisili,” ujar Thomas.

Selain itu, sistem tersebut juga bertujuan meningkatkan akses pendidikan bagi keluarga kurang mampu dan penyandang disabilitas di Lampung.

Thomas menjelaskan, pelaksanaan SPMB 2026/2027 mengacu pada Permendikbudristek Nomor 1 Tahun 2021 dan Pergub Lampung Nomor 1 Tahun 2026.

Aturan tersebut juga diperkuat dengan petunjuk teknis penerimaan murid baru tingkat SMA dan SMK di Provinsi Lampung.

Untuk tahun ajaran 2026/2027, penerimaan dibagi menjadi empat jalur dengan kuota yang telah ditentukan pemerintah daerah.

Jalur domisili memiliki kuota minimal 30 persen, afirmasi minimal 30 persen, prestasi maksimal 35 persen, dan mutasi maksimal 5 persen.

Thomas juga memaparkan jadwal pelaksanaan SPMB untuk jenjang SMA dan SMK di seluruh wilayah Lampung.

SMA jalur unggul dijadwalkan berlangsung pada 2 hingga 5 Juni 2026, sedangkan jalur reguler dan SMK dibuka 15 hingga 19 Juni 2026.

Dalam kesempatan itu, Thomas memastikan komitmen Disdikbud Lampung memberantas praktik titip-menitip dalam penerimaan murid baru.

Salah satu langkah yang dilakukan ialah menerapkan sistem Computer Assisted Test atau CAT pada jalur prestasi.

“Kami menginginkan sistem CAT bisa diterapkan lebih luas karena hasil tes langsung keluar dan tidak bisa dimanipulasi,” tegasnya.

Thomas bahkan mengungkapkan rencana menghapus jalur domisili pada tahun mendatang dan menggantinya dengan sistem berbasis tes.

Menurutnya, kebijakan tersebut bertujuan meningkatkan semangat belajar sekaligus mendorong kompetisi akademik siswa di sekolah.

“Selama ini banyak anak merasa pasti diterima karena KK dekat sekolah, padahal kemampuan akademik juga harus menjadi pertimbangan,” katanya.

Ia juga menyoroti rendahnya tingkat kelulusan tes CAT sebelumnya yang hanya berada di kisaran 10 hingga 14 persen.

Kondisi tersebut dinilai menjadi indikator rendahnya minat baca dan kemampuan literasi siswa di tengah perkembangan teknologi digital.

“Anak-anak sekarang terlalu bergantung pada gawai dan kecerdasan buatan seperti ChatGPT sehingga malas membaca,” ujarnya.

Karena itu, Thomas meminta dukungan seluruh pihak untuk mengurangi penggunaan gawai berlebihan pada anak usia sekolah.

Ia juga mengajak masyarakat menghidupkan kembali budaya membaca buku fisik melalui perpustakaan dan lingkungan pendidikan.

Sementara itu, Orang nomor satu di Lampung Rahmat Mirzani Djausal melalui Sekda Lampung Marindo Kurniawan memastikan pendidikan adalah hak seluruh anak.

“Sekolah adalah milik semua anak tanpa melihat latar belakang, kondisi ekonomi, maupun bakat yang dimiliki,” kata Marindo.

Menurutnya, Pemprov Lampung terus menyempurnakan sistem penerimaan murid baru agar semakin transparan, adil, dan akuntabel.

Ia meminta seluruh sekolah menjalankan proses penerimaan dengan integritas dan membantu masyarakat memahami mekanisme pendaftaran.

“Kita ingin memastikan proses ini berjalan bersih dan transparan sehingga SPMB tahun ini menjadi yang terbaik dan paling adil,” tandasnya. (*)

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari