BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -
(BBM) bersubsidi dan LPG 3 kilogram di Provinsi Lampung hingga 31 Agustus 2026 tercatat telah melampaui kuota year to date (YTD) yang telah ditetapkan.
Data Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Lampung menunjukkan realisasi penyaluran Biosolar, Pertalite, hingga LPG 3 kilogram sepanjang delapan bulan pertama tahun 2026 berada di atas kuota YTD.
Kepala Dinas ESDM Provinsi Lampung, Budhi Darmawan, menjelaskan tingginya realisasi penyaluran tersebut menunjukkan kebutuhan energi masyarakat di Lampung yang terus berjalan.
"Untuk Biosolar, Lampung mendapatkan kuota sepanjang tahun 2026 sebanyak 790.961 kiloliter (KL). Sementara itu, penyaluran selama Agustus 2026 mencapai 78.788 KL," katanya saat dimintai keterangan, Selasa (8/9/2026).
Secara kumulatif, penyaluran Biosolar hingga 31 Agustus 2026 telah mencapai 569.332 KL. Jumlah tersebut melampaui kuota YTD hingga akhir Agustus yang ditetapkan sebesar 526.585 KL.
Dengan demikian, realisasi penyaluran Biosolar telah mencapai 108,11 persen dari kuota YTD, atau sekitar 71,9 persen dari total kuota Biosolar tahun 2026.
"Selain Biosolar, realisasi penyaluran Pertalite di Lampung juga tercatat telah melampaui kuota YTD," ungkapnya.
Kuota Pertalite untuk Provinsi Lampung sepanjang tahun 2026 mencapai 695.210 KL. Selama Agustus 2026, penyaluran Pertalite mencapai 66.912 KL, sedangkan total penyaluran hingga 31 Agustus telah mencapai 485.208 KL.
Adapun kuota YTD Pertalite hingga akhir Agustus ditetapkan sebesar 462.838 KL. Dengan realisasi tersebut, penyaluran Pertalite telah mencapai 104,83 persen dari kuota YTD atau sekitar 69,8 persen dari total kuota tahun 2026.
"Sementara itu, penyaluran LPG 3 kilogram juga menunjukkan angka yang cukup tinggi.
Kuota LPG 3 kilogram untuk Provinsi Lampung sepanjang tahun 2026 sebanyak 219.740 metrik ton (MT). Selama Agustus saja, LPG 3 kilogram yang telah disalurkan mencapai 20.189 MT," kata dia.
Secara kumulatif, penyaluran LPG 3 kilogram hingga 31 Agustus 2026 tercatat mencapai 166.197 MT. Jumlah tersebut lebih tinggi dibandingkan kuota YTD hingga akhir Agustus yang sebesar 143.309 MT.
Realisasi penyaluran LPG 3 kilogram tersebut mencapai 115,97 persen dari kuota YTD, atau sekitar 75,6 persen dari total kuota LPG 3 kilogram yang dialokasikan untuk Lampung sepanjang tahun 2026.
Budhi Darmawan menjelaskan data tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah dalam memastikan ketersediaan energi bagi masyarakat tetap terjaga hingga akhir tahun.
Selain memantau realisasi penyaluran, pemerintah juga terus melakukan pengawasan terhadap distribusi BBM dan LPG bersubsidi agar penyalurannya tepat sasaran dan sesuai dengan peruntukannya.