BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -
(Pemkot) Metro memperpanjang pelaksanaan agenda belajar mengajar (KBM) secara daring hingga Sabtu (12/9/2026).
Kebijakan tersebut diambil sebagai langkah antisipasi terhadap dampak abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) yang masih berpotensi mengganggu kesehatan peserta didik dan tenaga pendidik.
Perpanjangan KBM daring tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor E027-261867 Tahun 2026 tentang pelaksanaan KBM menyusul dampak erupsi Gunung Anak Krakatau.
Surat edaran ditetapkan pada 10 September 2026 oleh Sekretaris Daerah Kota Metro, Ahmad Hariyanto. Kebijakan berlaku bagi seluruh satuan pendidikan negeri maupun swasta.
Dalam edaran tersebut, pembelajaran daring diberlakukan pada 11 hingga 12 September 2026 untuk jenjang Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Unit Layanan Disabilitas (ULD), serta Sanggar agenda Belajar (SKB). KBM secara tatap muka dijadwalkan kembali berlangsung mulai Senin (14/9/2026).
Pemkot Metro juga meminta sekolah melakukan pembersihan lingkungan sebelum agenda belajar tatap muka dimulai. Kepala sekolah dan guru diminta memastikan ruang kelas, halaman, serta fasilitas sekolah terbebas dari sisa abu vulkanik.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Metro, Agus M Septian menyebutkan, instruksi pembersihan telah disampaikan kepada seluruh satuan pendidikan.
"Iya kita sudah instruksikan pihak sekolah untuk melakukan bersih-bersih baik itu ruang kelas dan halaman sekolah. Agar nantinya ketika KBM langsung sekolah sudah bersih dari sisa abu vulkanik," kata Agus, dilansir Antaranews.
Perpanjangan sekolah daring di Metro dilakukan di tengah kebijakan Pemerintah Daerah Provinsi Lampung yang sebelumnya menetapkan KBM kembali normal mulai Jumat (11/9/2026).
Orang nomor satu di Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyebutkan keputusan tersebut diambil setelah kondisi erupsi GAK dinilai mulai membaik.
"Jumat masuk, langsung Shalat Istisqa di sekolah masing-masing," ujar Rahmat Mirzani.
Ia menyebut aktivitas erupsi terakhir dilaporkan menurun dan sebaran abu vulkanik mulai berkurang karena kondisi angin yang tidak terlalu kuat.
Dengan kebijakan Pemkot Metro, peserta didik tetap menjalani pembelajaran daring hingga Sabtu sebelum kembali mengikuti KBM tatap muka pada Senin.