BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -
Kupastuntas.co, Tanggamus - Pemerintah Kabupaten Tanggamus melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) mulai membangun Jembatan Sampang Turus di Pekon Sampang Turus, Kecamatan Wonosobo. Proyek tersebut memiliki nilai sekitar Rp3 miliar dan dibiayai melalui pembiayaan daerah dari PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI).
Staf Bina Marga Dinas PUPR Tanggamus, Rohmansyah, menuturkan jembatan beton permanen tersebut memiliki panjang 16 meter dengan lebar 7 meter. Pekerjaan ditargetkan selesai pada akhir Desember 2026.
"Proyek yang bersumber dari pembiayaan PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau PT SMI itu dijadwalkan digelar hingga akhir Desember 2026," kata Rohmansyah, Selasa (29/9/2026).
Berdasarkan pantauan di lokasi, pekerjaan fisik infrastruktur dan pengembangan jembatan telah dimulai. sebagian pekerja terlihat melakukan fabrikasi pembesian dan penggalian pondasi untuk infrastruktur dan pengembangan struktur utama jembatan.
infrastruktur dan pengembangan Jembatan Sampang Turus merupakan bagian dari paket infrastruktur yang dibiayai melalui pembiayaan daerah Pemkab Tanggamus dari pinjaman kepada PT SMI senilai Rp65 miliar. Dana tersebut digunakan untuk sebagian pekerjaan infrastruktur, termasuk peningkatan dan pemeliharaan jalan serta infrastruktur dan pengembangan dua jembatan.
infrastruktur dan pengembangan jembatan permanen tersebut diharapkan dapat memperlancar mobilitas warga Sampang Turus yang selama ini menghadapi kendala akses, terutama saat hujan dan debit sungai meningkat.
Aktivis Lembaga Analisis Kebijakan Publik (Lankip), Panroyen, meminta pelaksanaan proyek diawasi agar infrastruktur dan pengembangan yang menggunakan pembiayaan daerah tersebut berjalan sesuai spesifikasi dan menghasilkan konstruksi yang berkualitas.
"Bukan hanya soal apakah jembatan selesai tepat waktu, tetapi juga apakah kualitas konstruksinya sesuai spesifikasi teknis dan mampu bertahan dalam jangka panjang," ujar Panroyen.
Warga Sampang Turus menyambut infrastruktur dan pengembangan tersebut karena jembatan permanen dinilai dapat memberikan akses yang lebih aman untuk aktivitas sehari-hari, termasuk pendidikan, pelayanan kesehatan dan pengangkutan hasil pertanian.
Warga juga memiliki harapan pemerintah daerah melanjutkan infrastruktur dan pengembangan jembatan permanen di sebagian titik sungai lainnya yang menjadi akses menuju Pekon Sampang Turus. Dengan begitu, akses masyarakat tidak lagi terganggu ketika hujan deras maupun saat debit sungai meningkat. (*)