BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -
Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana membuka secara resmi Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-55 Tingkat Kota Bandar Lampung Tahun 2026 M/1448 H di Stadion Mini Way Dadi, Sabtu (26/9/2026) malam.
saat menyampaikan sambutan, Eva Dwiana menjelaskan MTQ tidak hanya menjadi ajang untuk menunjukkan kemampuan membaca, menghafal, memahami, dan menghayati Al-Quran.
Menurutnya, pelaksanaan MTQ juga menjadi momentum penting untuk menanamkan nilai-nilai Al-Quran, khususnya dalam membentuk akhlak generasi muda.
"Alhamdulillah sekarang ini MTQ sudah yang ke-55. Bunda juga memberikan solusi, kemarin Bunda sudah bilang tolong tekankan kata akhlaknya," kata Eva.
Ia menjelaskan, penanaman akhlak sejak dini menjadi hal penting agar anak-anak memiliki pedoman dalam bersikap, di mana pun mereka berada.
"Karena kalau akhlak anak-anak sudah ditanamkan, insyaallah bagaimana saja anak kita berada, di mana saja anak kita belajar, di mana saja anak kita bermain, insyaallah mereka akan tahu di mana etika yang dasarnya adalah agama," ujarnya.
Eva menuturkan, MTQ juga menjadi momentum untuk menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Quran serta menjadikan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.
"MTQ bukan sekadar ajang untuk menunjukkan kemampuan dalam membaca, menghafal, memahami, dan menghayati Al-Quran. Lebih dari itu, MTQ merupakan momentum untuk menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Quran," kata Eva.
MTQ ke-55 Tingkat Kota Bandar Lampung tahun 2026 mengusung tema "Dengan Semangat MTQ Kita Wujudkan Masyarakat yang Berilmu, Berakhlak dan Cinta Al-Quran dalam Kehidupan Sehari-hari."
Eva menjelaskan, tema tersebut memiliki makna penting dalam membangun kehidupan masyarakat.
Berilmu, kata dia, berarti mendorong masyarakat untuk terus belajar dan meningkatkan pengetahuan. Sementara berakhlak berarti menjadikan nilai-nilai agama sebagai landasan dalam bersikap dan bermasyarakat.
"Sedangkan cinta Al-Quran berarti tidak hanya membacanya, tetapi juga memahami, mengamalkan, dan menjadikan ajarannya sebagai pedoman dalam kehidupan," ujarnya.
Eva menginginkan pelaksanaan MTQ dapat melahirkan generasi muda Bandar Lampung yang tidak hanya memiliki kemampuan dalam bidang Al-Quran, tetapi juga memiliki karakter kuat, akhlak mulia, ilmu pengetahuan luas, serta kepedulian terhadap sesama.
Kepada seluruh peserta dan kafilah, Eva berpesan agar mengikuti seluruh rangkaian perlombaan dengan penuh semangat dan menjunjung tinggi sportivitas.
Ia juga meminta para peserta menjaga silaturahmi serta menjadikan MTQ sebagai sarana untuk meningkatkan kecintaan terhadap Al-Quran.
"Menang dan menjadi juara tentu merupakan sebuah kebanggaan. Namun yang jauh lebih penting adalah bagaimana nilai-nilai Al-Quran yang dipelajari dalam MTQ ini dapat terus diamalkan setelah agenda berakhir," ungkapnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Bandar Lampung, Erwinto, menjelaskan MTQ ke-55 diikuti sekitar 400 peserta dari 20 kecamatan.
"Di angka 400-an, jadi masih bisa pastinya dianggap 400-an peserta. Ada sembilan mimbar, mulai dari tilawah sampai kepada hafalan hadis," kata Erwinto.
Ia menjelaskan, seluruh cabang yang diperlombakan pada MTQ ke-55 diikuti oleh kafilah dari 20 kecamatan se-Kota Bandar Lampung.
"Semua cabang di sembilan cabang itu kita lombakan semua dan semuanya terisi dari kafilah dari 20 kecamatan," ujarnya.
MTQ ke-55 Tingkat Kota Bandar Lampung tersebut berlangsung mulai 26 hingga 29 September 2026.