Monday, 12 October 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

Lewat PILAH BERKAH, Metro Tanamkan Budaya Pilah Sampah Sejak Dini

12 October 2026 15:00 WIB
Oleh: Rina Wulandari
Dibaca: 3 kali
Bagikan:
Lewat PILAH BERKAH, Metro Tanamkan Budaya Pilah Sampah Sejak Dini
Foto: Radar Lampung

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

Pemerintah Kota (Pemkot) Metro mendorong pemilahan sampah sejak dini untuk mengurangi volume sampah yang berakhir di TPAS Karangrejo.

Persoalan tersebut menjadi salah satu alasan Pemkot Metro menggulirkan program PILAH BERKAH (Pilah Sampah, Sekolah Berkah). Program yang digagas Wakil Wali Kota Metro, M. Rafieq Adi Pradana, itu mulai diperkenalkan di TK Negeri 2 Metro Utara, Kelurahan Karangrejo, Senin, 12 Oktober 2026.

Rafieq menilai, pengurangan sampah tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah dan petugas kebersihan. Kebiasaan memilah sampah harus dibangun sejak dari rumah dan lingkungan pendidikan agar sampah yang masih dapat dimanfaatkan tidak seluruhnya berakhir di tempat pemrosesan akhir.

"Yang pertama, targetnya agar bisa menanamkan budaya memilah dan memproses sampah sejak masih kecil sekali. Yang kedua, jelas kita ingin sekali mengurangi jumlah sampah yang masuk ke TPAS Karangrejo dan mengurangi sampah yang beredar di lingkungan," paparnya.

Menurut dia, edukasi pengelolaan sampah tidak cukup dilakukan melalui penjelasan di ruang kelas. Anak-anak perlu dibiasakan mempraktikkan pemilahan secara langsung agar acara tersebut menjadi bagian dari perilaku sehari-hari, baik di sekolah maupun di rumah.

Salah satu pendekatan yang diperkenalkan adalah menghubungkan pemilahan sampah dengan manfaat ekonomi. Botol plastik, kertas, kardus, dan kaleng yang masih memiliki nilai daur ulang dapat dikumpulkan, dipisahkan berdasarkan jenisnya, kemudian ditimbang dan disetorkan ke bank sampah.

"Dengan mengenalkan bank sampah, anak-anak jadi tahu bahwa sampah itu masih bernilai rupiah. Sehingga ke depannya mereka dapat semangat dan rajin ke bank sampah untuk menyetorkan sampah di rumah maupun lingkungan sekitarnya," ujarnya.

Kepala TK Negeri 2 Metro Utara, Herni Wildayani, mengungkapkan, pendidikan mengenai sampah penting diberikan sejak usia dini karena berkaitan langsung dengan pembentukan karakter anak. Menurut dia, anak-anak perlu memahami bukan hanya cara menjaga kebersihan, melainkan juga dampak dari perilaku membuang sampah sembarangan

"Kami sangat tersanjung karena sekolah kami menjadi lokasi peluncuran perdana program PILAH BERKAH. Program ini sangat berguna bagi anak-anak kami karena dapat menanamkan karakter mencintai lingkungan dan membuat mereka mengetahui dampak ketika sampah dibuang sembarangan," kata dia.

Pihak sekolah berencana membawa kebiasaan tersebut ke dalam acara rutin melalui program Jumat Berkah. Anak-anak nantinya akan membawa sampah anorganik dari rumah untuk dikumpulkan dan ditimbang bersama.

"Nah, nanti hasil dari penjualannya itu direncanakan akan disalurkan sebagai donasi kepada teman yang membutuhkan maupun masyarakat di lingkungan sekitar," ungkapnya.

Dengan konsep tersrbut, lanjutnya, pemilahan sampah tidak hanya diarahkan untuk membangun kepedulian terhadap lingkungan, tetapi juga mengenalkan nilai berbagi kepada anak-anak. Sampah yang sebelumnya dianggap tidak berguna diharapkan dapat menjadi sarana pembelajaran tentang tanggung jawab dan kepedulian sosial.

"Program ini tidak hanya untuk menghasilkan uang. Nantinya, ada program Jumat Berkah, anak-anak membawa sampah dari rumah, kemudian kita timbang bersama. Hasilnya akan kita donasikan kepada anak atau teman yang kurang mampu ataupun lingkungan sekitar," jelasnya.

Sebagai informasi, Pemkot Metro menargetkan edukasi melalui PILAH BERKAH menjangkau 75 sekolah negeri di bawah kewenangannya, mulai dari taman kanak-kanak, sekolah dasar hingga sekolah menengah pertama. Pelaksanaannya direncanakan berlangsung bertahap, dengan mengupayakan kunjungan ke satu sekolah setiap hari. Sekolah-sekolah yang berdekatan memungkinkan dikunjungi dalam satu rangkaian acara.

Upaya ini sejalan dengan Tujuan infrastruktur dan pengembangan Berkelanjutan (SDGs), khususnya tujuan ke-12 mengenai konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, tujuan ke-4 tentang pendidikan berkualitas, serta tujuan ke-11 mengenai kota dan permukiman yang berkelanjutan.

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari