Friday, 11 September 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

Lampung Usulkan Tambahan 120.384 KL Solar dan 72.391 KL Pertalite

11 September 2026 14:00 WIB
Oleh: Dewi Kartika
Dibaca: 4 kali
Bagikan:
Lampung Usulkan Tambahan 120.384 KL Solar dan 72.391 KL Pertalite
Foto: Kupas Tuntas

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

(Pemprov) Lampung mengusulkan penambahan kuota bahan bakar minyak (BBM) tahun 2026 kepada Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas).

Total tambahan yang diusulkan mencapai 192.775 kiloliter (KL), terdiri dari 120.384 KL untuk Solar dan 72.391 KL untuk Pertalite.

Usulan penambahan tersebut dilakukan untuk mengantisipasi potensi kelangkaan BBM yang dapat memicu antrean panjang di beberapa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), sekaligus menjaga kelancaran distribusi logistik.

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Lampung, Budhi Darmawan, menyebutkan penambahan kuota diperlukan dengan mempertimbangkan realisasi penyaluran BBM yang cukup tinggi hingga Agustus 2026.

"Untuk mengantisipasi terjadinya kelangkaan Jenis Bahan Bakar Minyak Tertentu (JBT) dan Jenis Bahan Bakar Minyak Khusus Penugasan (JBKP) yang berakibat timbulnya antrean di SPBU dan dapat menghambat distribusi logistik Sumatera-Jawa, kami mengusulkan adanya penambahan kuota," kata Budhi saat dimintai keterangan, Jum'at (11/9/2026).

Ia menjelaskan, untuk Solar atau JBT, Lampung saat ini mendapatkan alokasi kuota sebanyak 790.961 KL sepanjang 2026. Namun, hingga 18 Agustus 2026, realisasi distribusi Solar tersebut telah mencapai 539.106 KL atau 68,16 persen dari total kuota yang tersedia.

Atas kondisi tersebut, Pemprov Lampung mengusulkan tambahan kuota Solar sebesar 120.384 KL atau 15,22 persen. Dengan tambahan tersebut, total kuota Solar Lampung pada 2026 diusulkan meningkat menjadi 911.346 KL.

"Sementara untuk Pertalite atau JBKP, alokasi kuota Lampung pada 2026 saat ini sebanyak 695.210 KL. Realisasi distribusi hingga 18 Agustus 2026 telah mencapai 458.496 KL atau 65,95 persen," tuturnya.

Pemprov Lampung kemudian mengusulkan tambahan kuota Pertalite sebesar 72.391 KL atau 10,41 persen. Jika usulan tersebut disetujui, maka total kuota Pertalite Lampung pada 2026 menjadi 767.601 KL.

"Untuk JBT, kami mengusulkan tambahan sebanyak 120.384 KL, sehingga total kuotanya menjadi 911.346 KL. Sedangkan untuk JBKP kami mengusulkan tambahan 72.391 KL, sehingga totalnya menjadi 767.601 KL," jelasnya.

Budhi menyebutkan, usulan penambahan kuota tersebut disampaikan dengan memperhatikan surat SAM Retail Lampung PT Pertamina Patra Niaga Nomor 137/PPNEG0203/2026-S3 tanggal 27 Agustus 2026 tentang penyampaian usulan kebutuhan kuota JBT, JBKP dan LPG 3 Kg tahun 2026 di Provinsi Lampung.

Menurutnya, tambahan kuota tersebut penting untuk menjaga ketersediaan BBM hingga akhir tahun. Sebab, Lampung memiliki posisi strategis sebagai pintu gerbang Pulau Sumatera yang menjadi jalur utama pergerakan kendaraan dan distribusi logistik menuju Pulau Jawa maupun sebaliknya.

"Jangan sampai kekurangan kuota ini kemudian menimbulkan antrean di SPBU. Karena kalau terjadi antrean panjang, tentu akan berdampak pada mobilitas masyarakat dan distribusi logistik," ujarnya.

Dengan adanya penambahan tersebut, Pemprov Lampung mengharapkan pasokan Solar dan Pertalite dapat tetap terjaga sehingga kebutuhan masyarakat, sektor transportasi, maupun aktivitas distribusi barang dapat berjalan secara normal.

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari