Monday, 14 September 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

Lampung Minta Tambah 120.384 KL Solar dan 72.391 KL Pertalite

14 September 2026 09:00 WIB
Oleh: Ahmad Fauzi
Dibaca: 4 kali
Bagikan:
Lampung Minta Tambah 120.384 KL Solar dan 72.391 KL Pertalite
Foto: Kupas Tuntas

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung meminta tambah bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi sebanyak 192.775 kiloliter (KL) terdiri dari 120.384 KL Solar dan 72.391 KL Pertalite.

Usulan penambahan kuota BBM bersubsidi tahun 2026 ini disampaikan kepada Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas).

Tujuannya untuk mengantisipasi potensi kelangkaan BBM bersubsidi yang dapat memicu antrean panjang di sebagian Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), sekaligus menjaga kelancaran distribusi logistik.

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Lampung, Budhi Darmawan, menjelaskan penambahan kuota BBM bersubsidi diperlukan dengan mempertimbangkan realisasi penyaluran BBM yang cukup tinggi hingga Agustus 2026.

"Untuk mengantisipasi terjadinya kelangkaan Jenis Bahan Bakar Minyak Tertentu (JBT) dan Jenis Bahan Bakar Minyak Khusus Penugasan (JBKP) yang berakibat timbulnya antrean di SPBU dan dapat menghambat distribusi logistik Sumatera-Jawa, kami mengusulkan adanya penambahan kuota," kata Budhi, Jumat (11/9/2026).

Ia menjelaskan, untuk Solar atau JBT, Lampung saat ini mendapatkan alokasi kuota sebanyak 790.961 KL sepanjang 2026. Namun, hingga 18 Agustus 2026, realisasi distribusi Solar tersebut telah mencapai 539.106 KL atau 68,16 persen dari total kuota yang tersedia.

Menyikapi kondisi tersebut, Pemprov Lampung mengusulkan tambahan kuota Solar sebesar 120.384 KL atau 15,22 persen. Dengan tambahan tersebut, total kuota Solar Lampung pada 2026 diusulkan meningkat menjadi 911.346 KL.

"Sementara untuk Pertalite atau JBKP, alokasi kuota Lampung pada 2026 saat ini sebanyak 695.210 KL. Realisasi distribusi hingga 18 Agustus 2026 telah mencapai 458.496 KL atau 65,95 persen," tuturnya.

Pemprov Lampung kemudian mengusulkan tambahan kuota Pertalite sebesar 72.391 KL atau 10,41 persen. Jika usulan tersebut disetujui, maka total kuota Pertalite Lampung pada 2026 menjadi 767.601 KL.

"Untuk JBT, kami mengusulkan tambahan sebanyak 120.384 KL, sehingga total kuotanya menjadi 911.346 KL. Sedangkan untuk JBKP kami mengusulkan tambahan 72.391 KL, sehingga totalnya menjadi 767.601 KL," jelasnya.

Budhi menjelaskan, usulan penambahan kuota tersebut disampaikan dengan memperhatikan surat SAM Retail Lampung PT Pertamina Patra Niaga Nomor 137/PPNEG0203/2026-S3 tanggal 27 Agustus 2026 tentang penyampaian usulan kebutuhan kuota JBT, JBKP dan LPG 3 Kg tahun 2026 di Provinsi Lampung.

Menurutnya, tambahan kuota tersebut penting untuk menjaga ketersediaan BBM hingga akhir tahun. Sebab, Lampung memiliki posisi strategis sebagai pintu gerbang Pulau Sumatera yang menjadi jalur utama pergerakan kendaraan dan distribusi logistik menuju Pulau Jawa maupun sebaliknya.

"Jangan sampai kekurangan kuota BBM bersubsidi ini kemudian menimbulkan antrean di SPBU. Karena kalau terjadi antrean panjang, tentu akan berdampak pada mobilitas masyarakat dan distribusi logistik," ujarnya.

Dengan adanya penambahan tersebut, ia menginginkan pasokan Solar dan Pertalite dapat tetap terjaga sehingga kebutuhan masyarakat, sektor transportasi, maupun aktivitas distribusi barang dapat berjalan secara normal.

Sebelumnya diberitakan, per 31 Agustus 2026, kuota Pertalite untuk Provinsi Lampung tersisa 210.002 kilo liter (KL) dan Biosolar masih sisa 221.629 KL.

Penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dan LPG 3 kilogram di Provinsi Lampung hingga 31 Agustus 2026 tercatat telah melampaui kuota year to date (YTD) yang telah ditetapkan.

Data Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Lampung menunjukkan realisasi penyaluran Biosolar, Pertalite, hingga LPG 3 kilogram sepanjang delapan bulan pertama tahun 2026 berada di atas kuota YTD.

Budhi Darmawan menjelaskan, tingginya realisasi penyaluran tersebut menunjukkan kebutuhan energi masyarakat di Lampung yang terus berjalan.

"Untuk Biosolar, Lampung mendapatkan kuota sepanjang tahun 2026 sebanyak 790.961 kiloliter (KL). Sementara itu, penyaluran selama Agustus 2026 mencapai 78.788 KL," kata Budhi, Selasa (8/9/2026).

Sementara secara kumulatif, penyaluran Biosolar hingga 31 Agustus 2026 telah mencapai 569.332 KL. Jumlah tersebut melampaui kuota YTD hingga akhir Agustus yang ditetapkan sebesar 526.585 KL, atau tersisa 221.629 KL.

Dengan demikian, lanjut dia, realisasi penyaluran Biosolar telah mencapai 108,11 persen dari kuota YTD atau sekitar 71,9 persen dari total kuota Biosolar tahun 2026.

“Kuota Pertalite untuk Provinsi Lampung sepanjang tahun 2026 mencapai 695.210 KL. Selama Agustus 2026, penyaluran Pertalite mencapai 66.912 KL, sedangkan total penyaluran hingga 31 Agustus telah mencapai 485.208 KL atau tersisa 210.002 KL,” jelasnya.

Adapun kuota YTD Pertalite hingga akhir Agustus ditetapkan sebesar 462.838 KL. Dengan realisasi tersebut, penyaluran Pertalite telah mencapai 104,83 persen dari kuota YTD atau sekitar 69,8 persen dari total kuota tahun 2026.

"Sementara penyaluran LPG 3 kilogram juga menunjukkan angka yang cukup tinggi. Kuota Lampung sepanjang tahun 2026 sebanyak 219.740 metrik ton (MT). Selama Agustus saja, LPG 3 kilogram yang telah disalurkan mencapai 20.189 MT," katanya.

Secara kumulatif, penyaluran LPG 3 kilogram hingga 31 Agustus 2026 tercatat mencapai 166.197 MT. Jumlah tersebut lebih tinggi dibandingkan kuota YTD hingga akhir Agustus yang sebesar 143.309 MT.

“Realisasi penyaluran LPG 3 kilogram telah mencapai 115,97 persen dari kuota YTD atau sekitar 75,6 persen dari total kuota LPG 3 kilogram yang dialokasikan untuk Lampung sepanjang tahun 2026,” jelasnya.

Budhi menjelaskan, data tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah dalam memastikan ketersediaan energi bagi masyarakat tetap terjaga hingga akhir tahun.

Selain memantau realisasi penyaluran, pemerintah juga terus melakukan pengawasan terhadap distribusi BBM dan LPG bersubsidi agar penyalurannya tepat sasaran dan sesuai dengan peruntukannya. (*)

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari