BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -
Sebanyak 9 gadis didominasi dibawah umur disandera kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Kampung Pasir Putih, Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Selasa (18/8/2026) pukul 13.40 WIT.
Informasi penyanderaan tersebut langsung dilaporkan warga ke Pos Koramil 1710-05/Jila. Dalam laporan tersebut, 11 orang perempuan disandera. Namun, untuk dua orang (Ibu-ibu), satu ditemukan tertembak di bagian perut dengan kondisi meninggal dunia, seorang lainnya dibuang ke jurang dengan kondisi patah kaki.
Dandim 1710 Mimika, Letkol Inf Jozanda, menuturkan awal mula laporan tersebut diketahui saat aparat melakukan penyisiran setelah kontak tembak yang terjadi pada momen peringatan HUT ke-81 RI.
"Jadi setelah kejadian serangan itu kan kita perlu konsolidasi, pengecekan personel dan lain sebagainya. Nah, setelah itu baru Danramil melaksanakan penyisiran mendatangi warga, mengecek keadaan warga. Ternyata warga itu melaporkan ada beberapa masyarakat dibawa paksa oleh pemberontak ini," imbuhnya, dikutip dari Kompas.com, Rabu (19/8/26).
Adapun identitas 9 gadis yang disendera OPM di antaranya, Namerina Wamang (17), Alin Mesawarol (kelas 6 SD), Nopi Aim (kelas 4 SD), Opinte Mesawaro (kelas 3 SD), Yonita Senawatme (18), Meria Nibilingame (15), Wena Katagame (18), Ilimin Onawame (18), dan Miante Nibilingame (13).
Melansir Tribunpapuatengah.com, Kapolres Mimika, AKBP Alredo Rumbiak menuturkan, identitas korban sandera didata oleh personel di lapangan melalui keluarga mereka masing-masing.
Pihaknya masih menyelidiki kronologi penyanderaan dan kondisi warga yang ditawan. Alredo juga berupaya berkomunikasi dengan personel di tempat kejadian perkara.
"Untuk anggota saya disana ada alat komunikasi, sinyal handphone-nya sudah tidak bisa dihubungi. WiFi yang kita punya juga disana Starlink rusak. Nanti kalau sudah ada informasi perkembangan kita laporkan lagi," beber Alredo mengutip Detik.com. (*)