Friday, 25 September 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

Kendaraan Warga Rusak Berujung Penggerebekan Lokasi Penimbunan dan Pengoplos BBM bersubsidi di Lamteng

25 September 2026 10:00 WIB
Oleh: Rina Wulandari
Dibaca: 5 kali
Bagikan:
Kendaraan Warga Rusak Berujung Penggerebekan Lokasi Penimbunan dan Pengoplos BBM bersubsidi di Lamteng
Foto: Kupas Tuntas

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

yang mengalami gangguan mesin setelah mengisi bahan bakar minyak (BBM) berujung pada terbongkarnya dugaan penimbunan dan pengoplosan BBM subsidi di Kampung Payungrejo, Kecamatan Pubian, Kabupaten Lampung Tengah.

Polisi menemukan sebagian wadah berkapasitas besar yang diduga digunakan untuk menampung BBM di lokasi tersebut.

Pengungkapan dilakukan Unit Tipidter Satreskrim bersama Tim Khusus Anti Bandit (Tekab) 308 Polres Lampung Tengah setelah menerima laporan dari masyarakat.

Informasi itu kemudian ditindaklanjuti petugas dengan mendatangi sebuah rumah yang berada di kawasan tersebut pada Selasa malam, 22 September 2026.

Kasat Reskrim Polres Lampung Tengah AKP Muhammad Prenanta Al Ghazali mengungkapkan, laporan warga berawal dari keluhan mengenai sebagian kendaraan yang kerap mengalami kerusakan, terutama pada bagian mesin. Warga menduga masalah tersebut berkaitan dengan kualitas BBM yang mereka gunakan.

"Ini berawal dari keluhan masyarakat yang mengalami beberapa kendaraan mereka sering rusak, terutama pada bagian mesin, yang diduga dari kurang optimalnya bahan bakar yang diisi atau digunakan pada kendaraan mereka,” kata Prenanta mewakili Kapolres Lampung Tengah AKBP Charles Pandapotan Tampubolon, dilansir IDNtimes, Jumat (25/9/2026).

Menindaklanjuti informasi tersebut, polisi kemudian melakukan pemeriksaan di sebuah rumah yang bagian belakangnya terdapat lahan cukup luas dan ditanami singkong.

Di lokasi itu, petugas menemukan sebagian kempu dan jeriken yang diduga digunakan untuk menyimpan BBM subsidi.

Polisi menduga BBM tersebut kemudian dioplos sebelum diperjualbelikan kembali kepada masyarakat melalui sebagian tempat penjualan.

Dari penggerebekan tersebut, polisi mengamankan sekitar 10 kempu berkapasitas masing-masing 1.000 liter. Salah satu kempu diketahui diduga masih berisi sekitar 500 liter BBM.

Selain itu, petugas turut mengamankan 25 jeriken berkapasitas 35 liter, dengan rincian 21 jeriken masih berisi dan empat lainnya dalam kondisi kosong.

Tak hanya BBM dan wadah penyimpanan, polisi juga mengamankan satu unit truk Hino Dutro warna biru dengan nomor polisi BE 9483 BH yang ditemukan di lokasi. Namun, saat petugas datang, tidak ada orang yang diduga terlibat dalam aktivitas tersebut.

Polisi masih memanggil sebagian pihak untuk dimintai keterangan guna mengungkap siapa yang bertanggung jawab atas aktivitas tersebut.

Prenanta mengungkapkan polisi belum menetapkan pihak yang disebut warga berinisial A sebagai tersangka meski sebagian saksi menyebut lokasi tersebut diduga berkaitan dengan orang tersebut.

Polisi juga akan berkoordinasi dengan BPN untuk memastikan status kepemilikan lahan serta Satuan Lalu Lintas untuk menelusuri kepemilikan truk yang diamankan. Sementara sampel BBM akan menjalani uji laboratorium untuk memastikan jenis dan kandungannya.

"Kami masih melakukan pendalaman untuk mengetahui pemilik lahan serta kendaraan yang ditemukan di lokasi. Untuk jenis BBM-nya, kemungkinan kami akan uji laboratorium terlebih dahulu dari sampel yang kami amankan,” ujar Prenanta.

Berdasarkan keterangan warga, aktivitas yang diduga berkaitan dengan penimbunan dan pengoplosan BBM tersebut diperkirakan telah berlangsung sekitar satu hingga dua bulan terakhir.

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari