Wednesday, 14 October 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

Kemenkes Catat 277 Ribu Kasus ISPA Imbas Karhutla

14 October 2026 15:00 WIB
Oleh: Rina Wulandari
Dibaca: 4 kali
Bagikan:
Kemenkes Catat 277 Ribu Kasus ISPA Imbas Karhutla
Foto: Kupas Tuntas

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terhadap kesehatan masyarakat terus menjadi perhatian pemerintah. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat sebanyak 277.075 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di 63 kabupaten/kota yang tersebar di tujuh provinsi terdampak karhutla hingga 11 Oktober 2026.

Berdasarkan laporan Pusat Krisis Kesehatan atau Public Health Emergency Operations Centre(PHEOC) Kemenkes per 11 Oktober 2026 pukul 16.00 WIB, sebanyak 62.400 kasus ISPA tercatat dialami anak berusia 0–5 tahun. Data tersebut menunjukkan kelompok balita turut menghadapi risiko kesehatan akibat paparan asap kebakaran hutan dan lahan.

"Asap Karhutla mengandung partikel halus PM.25, karbon monoksida, nitrogen dioksida, dan senyawa organik beracun. Paparannya dapat menyebabkan ISPA, iritasi mata/kulit, perburukan Asma dan PPOK, serta peningkatan risiko penyakit jantung dan stroke," ucap Kemenkes, dikutip dari Instagram resmi, Rabu (14/10/2026).

Anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, penderita asma atau PPOK, serta pekerja yang banyak beraktivitas di luar ruangan menjadi kelompok yang perlu mendapat perlindungan lebih besar. Masyarakat di wilayah terdampak juga diimbau mengurangi paparan asap untuk menekan risiko gangguan kesehatan.

Untuk menangani dampak kesehatan tersebut, Kemenkes telah mengerahkan 2.106 tenaga medis dan tenaga kesehatan ke wilayah terdampak. Pemerintah juga mendistribusikan berbagai perlengkapan medis, obat-obatan, dan vitamin untuk mendukung pelayanan kepada masyarakat.

Logistik yang disalurkan meliputi 2.892.040 masker, 280 unit oxygen concentrator, 100 pelindung wajah (face shield), 36 tabung oxycan, sekitar 41 ribu pasang sarung tangan medis, sembilan unit pemurni udara (air purifier), 4.908 alat pelindung diri (APD), serta 350 dus pemberian makanan tambahan (PMT).

Selain menyalurkan bantuan, pemerintah menyiapkan 1.691 puskesmas dan 36 rumah sakit rujukan untuk menangani berbagai gangguan kesehatan akibat karhutla. Fasilitas tersebut disiagakan agar masyarakat yang mengalami keluhan kesehatan dapat memperoleh pemeriksaan dan penanganan medis.

Kemenkes juga menyediakan pos kesehatan dan ruang oksigen di sebagian wilayah terdampak. Di beberapa daerah di Kalimantan, pemerintah menjalankan program “Oase Udara” untuk membantu menjamin ketersediaan oksigen bagi warga yang mengalami sesak napas.

Upaya penanganan tersebut dilakukan untuk memperkuat pelayanan kesehatan selama karhutla masih berlangsung. Masyarakat, terutama kelompok rentan, diharapkan tetap waspada terhadap paparan asap dan segera mencari pertolongan medis apabila mengalami gangguan pernapasan atau keluhan kesehatan yang memburuk.

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari