BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -
BAMDAR LAMPUNG– Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bandar Lampung bergerak cepat memastikan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026 berjalan tanpa celah.
Pengawasan ketat bakal diterapkan guna menjamin proses yang transparan, tertib, dan bebas dari kecurangan.
Guna merealisasikan hal tersebut, Disdikbud telah menerjunkan tim khusus yang akan memantau ketat setiap jengkal tahapan penerimaan siswa baru di Bandar Lampung.
Hal ini ditegaskan oleh Staf Bidang Pendidikan Dasar (Dikdas) Disdikbud Bandar Lampung, Nurkayat. Ia mengungkapkan bahwa kesiapan posko dan tim pengawas sudah matang.
"Tim pengawas sudah dibentuk dan posko pengaduan SPMB juga akan disiapkan," ungkap Nurkayat saat ditemui pada Selasa, 2 Juni 2026.
Tidak hanya mengandalkan tim internal, Disdikbud juga mengajak masyarakat untuk ikut mengawal jalannya SPMB 2026.
Posko pengaduan akan dibuka secara resmi sebagai wadah bagi masyarakat atau orang tua murid yang menemukan kendala teknis maupun mencium adanya dugaan pelanggaran di lapangan.
Selain itu, demi menjaga marwah dan integritas dunia pendidikan, Disdikbud Bandar Lampung dalam waktu dekat juga akan menggelar agenda penting, yaitu penandatanganan pakta integritas bersama seluruh kepala sekolah. Langkah ini diambil sebagai komitmen bersama agar tidak ada ruang bagi "titipan" atau praktik curang lainnya.
Terkait teknis penanganan laporan masyarakat, Nurkayat menjelaskan bahwa pihaknya menerapkan sistem berjenjang agar setiap masalah bisa diselesaikan dengan cepat dan tepat sasaran.
Setiap aduan yang masuk nantinya tidak langsung ditarik ke dinas, melainkan wajib ditangani terlebih dahulu oleh admin atau operator di sekolah masing-masing.
"Setiap laporan akan ditindaklanjuti oleh admin sekolah terkait. Jika belum terselesaikan, dinas yang akan turun tangan membantu penanganannya," jelas Nurkayat secara detail.
Dengan sistem ini, diharapkan kendala-kendala minor seperti salah input data, masalah dokumen, atau gangguan teknis pendaftaran tingkat dasar bisa beres dalam hitungan menit di sekolah, tanpa harus membuat orang tua murid mengantre di kantor dinas.
Namun, jika pihak sekolah angkat tangan atau ditemukan indikasi pelanggaran berat, Disdikbud memastikan akan langsung mengintervensi dan mengambil tindakan tegas.
Kuota dan Jalur PPDB SMP Bandar Lampung 2026: Afirmasi Tetap Jadi yang Terbesar
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bandar Lampung, M Nur Ramdan, memastikan bahwa skema Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) tahun ini masih mengacu pada regulasi sebelumnya.
Secara keseluruhan, kuota daya tampung yang disediakan untuk lulusan SD tahun ini mencapai 15.000 siswa.
Dari total kapasitas tersebut, jalur afirmasi dipastikan kembali menjadi jalur dengan porsi kuota terbesar.
Ramdan menjelaskan bahwa seleksi penerimaan siswa baru tingkat SMP dibagi ke dalam empat jalur resmi, yaitu:
Jalur Domestik (Zonasi), diperuntukkan bagi calon siswa yang berdomisili di dalam wilayah zonasi yang telah ditetapkan.
Jalur Afirmasi, ditujukan bagi calon peserta didik dari keluarga ekonomi tidak mampu dan penyandang disabilitas. Jalur ini memegang porsi kuota terbesar.
Jalur Prestasi, mengakomodasi calon siswa yang memiliki prestasi akademik maupun non-akademik.
Jalur Mutasi, disediakan bagi calon siswa yang mengikuti perpindahan tugas orang tua/wali.
Meskipun sistem pendaftaran utama tetap digelar secara daring (online), sambung Ramdan, Disdikbud Bandar Lampung menjamin kemudahan akses bagi masyarakat yang mengalami kendala teknis atau keterbatasan literasi digital.
"Sistemnya tetap online dan offline. Bagi orang tua atau calon siswa yang kurang mengerti proses pendaftaran digital, tetap bisa langsung datang ke sekolah. Nanti akan kita bantu dan dampingi sampai prosesnya selesai," ujar Ramdan.
Dengan adanya posko pendampingan langsung di setiap sekolah, diharapkan pelaksanaan PPDB SMP tahun ini dapat berjalan lebih inklusif, transparan, dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat di Lampung.