Monday, 26 October 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

Karhutla TNWK Masih Sisakan 68 Hektare Area Terbakar, Pemprov Lampung Siapkan Pemeriksaan Kesehatan

26 October 2026 10:00 WIB
Oleh: Dewi Kartika
Dibaca: 4 kali
Bagikan:
Karhutla TNWK Masih Sisakan 68 Hektare Area Terbakar, Pemprov Lampung Siapkan Pemeriksaan Kesehatan
Foto: Radar Lampung

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

Sebanyak 110 titik api terdeteksi di Provinsi Lampung berdasarkan pemantauan satelit hingga pukul 06.44 WIB, Sabtu, 24 Oktober 2026.

Dari jumlah tersebut, sekitar 68 hektare area dilaporkan masih terbakar di tengah upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK).

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Kristomei Sianturi menyampaikan data tersebut saat meninjau penanganan karhutla bersama Gubernur Rahmat Mirzani Djausal di kawasan TNWK, Lampung Timur.

Penanganan kebakaran di kawasan konservasi tersebut masih menghadapi beragam kendala, mulai dari karakteristik lahan bergambut, angin kencang, hingga keterbatasan akses sumber air.

Kondisi tersebut membuat pemadaman membutuhkan dukungan personel dan peralatan memadai, terutama untuk menjangkau titik api yang sulit diakses.

BNPB bersama pemerintah daerah dan unsur terkait terus memperkuat upaya pemadaman melalui pengerahan helikopter untuk water bombing, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), serta penggunaan pompa dan jaringan selang panjang.

Kristomei menyebutkan, penggunaan pompa dengan selang sepanjang hampir tiga kilometer cukup efektif membantu petugas menjangkau area yang sulit dipadamkan.

Peralatan serupa akan diupayakan untuk ditambah guna memperluas jangkauan penanganan kebakaran.

Di sisi lain, upaya pemadaman juga membutuhkan dukungan masyarakat agar tidak muncul sumber kebakaran baru.

“Di satu sisi, ada saudara-saudara kita yang sedang berjuang memadamkan api. Karena itu, jangan sampai di sisi lain masih ada yang membakar hutan dan lahan. Dampaknya dirasakan bersama oleh masyarakat,” tegasnya.

Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menyebutkan, penanganan karhutla di bagian utara TNWK memiliki tantangan tersendiri.

Selain kondisi lahan bergambut yang menyulitkan pemadaman, angin kencang dan jauhnya sumber air turut memengaruhi efektivitas penanganan.

Kebakaran yang berlangsung dalam beberapa waktu terakhir juga menimbulkan asap yang berdampak terhadap permukiman warga di sekitar kawasan.

“Berkat bantuan BNPB, dalam beberapa minggu ini dukungan logistik telah dikirimkan, termasuk helikopter untuk water bombing dan peralatan pemadaman berupa pipa panjang. Hari ini progresnya cukup baik, dengan sekitar lima hektare area dapat dipadamkan per hari,” ujar Mirza.

Menurutnya, percepatan pemadaman harus terus dilakukan melalui koordinasi lintas sektor, dukungan peralatan, serta penempatan personel sesuai kebutuhan di lapangan.

Sekitar 360 personel gabungan dikerahkan untuk menangani karhutla tersebut, termasuk sekitar 330 personel TNI.

Mereka bekerja bersama unsur BNPB, Pemprov Lampung, BPBD, Polri, Manggala Agni, dan instansi terkait lainnya.

Selain pemadaman dari darat, helikopter dikerahkan untuk menjatuhkan air di titik-titik kebakaran.

Sementara itu, pompa dan pipa panjang digunakan untuk menjangkau area yang sulit diakses kendaraan maupun personel.

Di tengah penanganan kebakaran, dampak asap terhadap kesehatan masyarakat sekitar TNWK turut menjadi perhatian pemerintah daerah.

Mirza menyebutkan, Pemprov Lampung akan memeriksa kesehatan warga, terutama untuk mengetahui kemungkinan dampak paparan asap terhadap saluran pernapasan dan kondisi paru-paru.

Langkah tersebut diperlukan untuk mengetahui kondisi masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan terdampak, seiring upaya pemadaman yang masih berlangsung.

Pemerintah juga akan mengevaluasi penyebab kebakaran, khususnya pada titik-titik yang berada di sekitar permukiman.

Evaluasi dilakukan bersama aparat penegak hukum dan unsur terkait untuk mengetahui apakah kebakaran dipicu faktor alam atau aktivitas manusia.

Penelusuran penyebab kebakaran menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan agar kejadian serupa tidak terus berulang.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung bersama BNPB dan unsur terkait terus memperkuat koordinasi untuk mengendalikan karhutla di TNWK.

Penanganan tidak hanya diarahkan pada pemadaman api, tetapi juga pengurangan dampak asap terhadap masyarakat serta perlindungan ekosistem kawasan konservasi.

Masyarakat diimbau tidak membuka lahan dengan cara membakar dan ikut menjaga kawasan hutan.

Di tengah upaya petugas memadamkan api, pencegahan munculnya titik kebakaran baru menjadi bagian penting untuk mempercepat penanganan karhutla di Lampung. (*)

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari