BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -
Kelurahan Sukaraja, Kecamatan Bumi Waras, Kota Bandar Lampung, terbakar hebat pada Selasa (11/8/2026) malam.
Kebakaran yang menghanguskan bangunan gudang seluas sekitar 1.000 meter persegi tersebut menyebabkan berbagai peralatan usaha hingga beberapa kendaraan ikut terbakar. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Bandar Lampung, Anthoni Irawan, mengungkapkan pihaknya menerima laporan kebakaran pada pukul 21.09 WIB.
"Setelah menerima laporan, personel langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan penanganan," kata Anthoni.
Menurutnya, unit pertama yakni Karba 017 dari Pos Siaga Bumi Waras berangkat pada pukul 21.10 WIB dan tiba di lokasi pada pukul 21.12 WIB. Selanjutnya, sebanyak 18 unit kendaraan pemadam dan penyelamatan dikerahkan dari beberapa pos di Kota Bandar Lampung.
"Response time sekitar tiga menit," ujarnya.
Besarnya kobaran api membuat proses pemadaman membutuhkan waktu lebih dari dua jam. Petugas baru berhasil menyelesaikan proses pemadaman pada pukul 23.46 WIB.
Dalam penanganan tersebut, sebanyak 90 personel dikerahkan. Petugas juga menghabiskan sekitar 50 tangki air untuk memastikan api benar-benar padam dan tidak kembali menyala.
Berdasarkan keterangan di lokasi jelasnya, gudang tersebut merupakan tempat penyimpanan berbagai peralatan dan perlengkapan milik Prima Food.
beberapa barang yang terbakar antara lain sekitar 200 unit kulkas freezer, 40 unit showcase, 15 unit pendingin ruangan (AC), empat unit komputer, satu unit laptop, empat unit CPU, 20 unit printer struk, 50 unit mesin edisi, serta dua unit kontainer pendingin.
Tak hanya barang di dalam gudang, kobaran api juga menghanguskan beberapa kendaraan. Terdapat satu unit mobil Grand Max, satu unit sepeda motor Honda Revo dan satu unit sepeda motor Yamaha Mio yang turut terbakar.
"Kerugian akibat kebakaran tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp600 juta," ungkapnya.
Kebakaran diketahui pertama kali oleh Angga, yang merupakan penunggu gudang. Berdasarkan keterangan sementara, api diduga berasal dari korsleting listrik di dalam gudang.
Api kemudian dengan cepat membesar dan menyambar beberapa barang yang mudah terbakar di dalam bangunan.
Meski demikian, Damkar Kota Bandar Lampung menggarisbawahi penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil penyelidikan dari pihak berwajib.
"Untuk penyebab kebakaran masih dugaan korsleting listrik. Penyelidikan lebih lanjut akan ditangani pihak yang berwajib," demikian keterangan Damkar.
Gudang tersebut diketahui milik Ayen, 66 tahun, sementara manajer Prima Food yakni Dipa Priyanto, 30 tahun.
Petugas pemadam kebakaran dari berbagai pos dikerahkan untuk mengantisipasi api meluas ke bangunan maupun lingkungan sekitar. Sebanyak 18 unit kendaraan terdiri dari unit Karba, Macan, Supply, Kancil, Banteng, BA, Gajah hingga Maven Rescue diterjunkan dalam proses penanganan.
Setelah api berhasil dipadamkan, petugas melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang berpotensi kembali memicu kebakaran.
"Beruntung, peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka, " tutupnya. (*)