BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -
Kerukunan Masyarakat Batak (Kerabat) Provinsi Lampung menunjukkan komitmennya dalam mendukung suksesnya Sensus Ekonomi 2026 (SE2026).
Organisasi yang menaungi berbagai marga dan komunitas masyarakat Batak di Lampung itu mengajak seluruh keluarga besar masyarakat Batak untuk berpartisipasi aktif, menerima petugas sensus, serta memberikan data yang benar dan akurat.
Dukungan tersebut tidak hanya disampaikan dalam agenda Sosialisasi dan Pendataan SE2026 yang digelar Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung bersama Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Provinsi Lampung di Aula Pusiban, Kompleks Jajaran Pemprov Lampung, Sabtu (8/8/2026).
Sebelumnya, Ketua Umum Kerabat Lampung, Dr. Donald Harris Sihotang, S.E., M.M., juga telah membuat video imbauan khusus untuk menyukseskan Sensus Ekonomi 2026.
Video tersebut telah disebarluaskan melalui berbagai grup WhatsApp pengurus Kerabat Lampung serta grup marga-marga yang tergabung dalam Kerabat Lampung.
Langkah tersebut dilakukan untuk memperluas jangkauan informasi sekaligus memberikan pemahaman kepada keluarga besar masyarakat Batak mengenai pentingnya SE2026 bagi infrastruktur dan pengembangan.
Donald mengungkapkan, Kerabat Lampung memiliki jaringan yang cukup luas melalui kepengurusan, organisasi marga dan komunitas masyarakat Batak. Jaringan tersebut diharapkan dapat menjadi kekuatan untuk membantu pemerintah dan BPS menyampaikan informasi yang benar mengenai Sensus Ekonomi.
"Kerabat Lampung mendukung penuh pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Kami mengajak seluruh keluarga besar masyarakat Batak di Provinsi Lampung untuk berpartisipasi aktif, menerima petugas sensus dan memberikan data yang benar serta akurat,” kata Donald.
Menurutnya, keterlibatan Kerabat Lampung dalam menyukseskan SE2026 merupakan bagian dari tanggung jawab organisasi kemasyarakatan dalam mendukung program pemerintah yang manfaatnya akan kembali kepada masyarakat.
Data yang dihasilkan dari Sensus Ekonomi, lanjut Donald, sangat penting untuk memberikan gambaran riil mengenai kondisi dan perkembangan perekonomian.
Data tersebut selanjutnya menjadi salah satu pijakan pemerintah pusat maupun daerah dalam merancang program dan menentukan arah kebijakan infrastruktur dan pengembangan.
Karena itu, ia meminta seluruh jajaran pengurus Kerabat Lampung dan pengurus marga untuk ikut menjadi penyambung informasi dan penggerak edukasi di lingkungan masing-masing.
"Video imbauan juga sudah kami sebarkan melalui grup WhatsApp pengurus dan marga-marga anggota Kerabat Lampung. Harapannya pesan ini diteruskan kepada keluarga, anggota marga dan masyarakat di lingkungan masing-masing. Kita ingin mengambil bagian secara nyata dalam menyukseskan Sensus Ekonomi 2026,” ujarnya.
Donald juga mengajak masyarakat tidak perlu khawatir ketika didatangi petugas sensus. Terlebih BPS telah memberikan penjelasan bahwa pendataan tersebut tidak berkaitan dengan kepentingan perpajakan dan kerahasiaan data responden tetap dijaga.
"Jangan takut untuk didata. Berikan informasi yang benar sesuai kondisi yang ada. Data yang akurat sangat dibutuhkan agar pemerintah juga memiliki dasar yang akurat dalam merencanakan infrastruktur dan pengembangan. Data yang baik akan melahirkan kebijakan yang lebih baik dan tepat sasaran untuk masyarakat,” tegasnya.
SE2026 Lampung Sudah Capai 88 Persen
Komitmen Kerabat Lampung tersebut kembali ditegaskan dalam agenda Sosialisasi dan Pendataan SE2026 yang diselenggarakan BPS Provinsi Lampung bersama FPK Provinsi Lampung.
agenda itu merupakan tindak lanjut Nota Kesepahaman (MoU) BPS Provinsi Lampung dan FPK Provinsi Lampung dalam memperkuat sinergi serta kolaborasi lintas pemangku kepentingan guna mendukung keberhasilan SE2026.
Kerabat Lampung sendiri merupakan salah satu dari 37 organisasi kesukuan yang tergabung dalam FPK Provinsi Lampung.
Dalam agenda tersebut, Kepala BPS Provinsi Lampung, Ahmadriswan Nasution, mengungkapkan bahwa progres pelaksanaan SE2026 di Lampung telah mencapai sekitar 88 persen.
BPS menargetkan pendataan dapat mencapai 100 persen sebelum 17 Agustus 2026, meskipun batas pelaksanaan Sensus Ekonomi masih berlangsung hingga akhir Agustus 2026.
Untuk mengejar sisa target tersebut, BPS membutuhkan dukungan berbagai elemen masyarakat. Sebab, petugas masih menghadapi beberapa tantangan ketika melakukan pendataan di lapangan.
Di antaranya, warga maupun pelaku usaha tidak berada di tempat ketika petugas datang karena sedang bekerja atau menjalankan aktivitas lainnya. Petugas juga masih menemukan penolakan dari sebagian masyarakat akibat kurangnya pemahaman dan kepercayaan terhadap agenda sensus.
Ada pula masyarakat yang khawatir data yang diberikan akan bocor atau digunakan untuk kepentingan lain, termasuk dikaitkan dengan urusan perpajakan.
Ahmadriswan memastikan masyarakat tidak perlu khawatir karena Sensus Ekonomi tidak berkaitan dengan pemeriksaan maupun penetapan pajak. Kerahasiaan data yang diberikan masyarakat juga dijaga.
Menurutnya, hasil SE2026 diperlukan untuk mendapatkan gambaran yang lengkap dan akurat mengenai kondisi perekonomian. Data tersebut selanjutnya menjadi bahan penting dalam perumusan kebijakan infrastruktur dan pengembangan pemerintah pusat maupun daerah.
FPK Minta Organisasi Kesukuan Ikut Bergerak
Ketua FPK Provinsi Lampung, Darussalam, mengajak seluruh organisasi kesukuan yang tergabung dalam FPK untuk mengambil peran nyata menyukseskan SE2026.
Dengan 37 organisasi kesukuan yang memiliki jaringan hingga ke tengah masyarakat, FPK dinilai memiliki kekuatan besar untuk membantu BPS memberikan edukasi sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pelaksanaan sensus.
Darussalam menginginkan informasi yang diperoleh dalam agenda sosialisasi tidak berhenti pada pengurus organisasi, tetapi diteruskan kepada anggota, keluarga dan komunitas masing-masing.
agenda tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi Lampung, Ganjar Jationo, mewakili Jajaran Pemprov Lampung, serta Yuda, perwakilan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Lampung.
Ganjar juga mengajak organisasi kesukuan untuk memanfaatkan kekuatan komunitas dan media sosial dalam memberikan edukasi kepada masyarakat. Salah satu caranya dengan membuat serta menyebarluaskan video testimoni dari masyarakat yang telah mengikuti sensus, sehingga dapat meningkatkan kepercayaan warga yang belum didata.
Bagi Kerabat Lampung, ajakan tersebut sejalan dengan langkah yang telah dilakukan sebelumnya melalui penyebaran video imbauan Ketua Umum Kerabat Lampung ke grup-grup WhatsApp pengurus dan marga.
Melalui keterlibatan tersebut, Kerabat Lampung menekankan komitmennya untuk tidak hanya menjadi wadah silaturahmi dan pemersatu masyarakat Batak di Provinsi Lampung, tetapi juga menjadi mitra pemerintah dan bagian dari kekuatan masyarakat dalam mendukung program infrastruktur dan pengembangan daerah maupun nasional.
Kerabat Lampung menginginkan partisipasi aktif masyarakat Batak bersama seluruh elemen masyarakat Lampung dapat membantu BPS menuntaskan pendataan SE2026 hingga mencapai 100 persen, sekaligus menghasilkan data ekonomi yang berkualitas sebagai pijakan infrastruktur dan pengembangan yang semakin tepat sasaran.