Thursday, 15 October 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

DLH Metro Ajak Pelajar Pilah Sampah dari Rumah, Bisa Jadi Sumber Uang

15 October 2026 10:00 WIB
Oleh: Rina Wulandari
Dibaca: 4 kali
Bagikan:
DLH Metro Ajak Pelajar Pilah Sampah dari Rumah, Bisa Jadi Sumber Uang
Foto: Kupas Tuntas

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Metro terus menggencarkan edukasi pengelolaan sampah sejak dini melalui gerakan Pilah Berkah (Sampah Dipilah, Sekolah Berkah) dengan membawa sampah dari rumah ke sekolah. Langkah ini menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran pelajar bahwa persoalan sampah bukan sekadar tanggung jawab petugas kebersihan, melainkan tanggung jawab bersama yang harus dimulai dari diri sendiri.

Sebanyak 212 pelajar SD Negeri 7 Metro Utara antusias mengikuti pemaparan materi pengelolaan sampah program Pilah Berkah yang disampaikan DLH Kota Metro, Kamis (15/10/2026). Para pelajar diajak memahami pentingnya memilah sampah berdasarkan jenisnya, sekaligus mengenali potensi ekonomi dari sampah yang selama ini kerap dianggap tidak bernilai.

Kepala Bidang Persampahan DLH Kota Metro, Arivanda Jaya, menekankan bahwa sampah yang tidak dikelola dengan baik dapat menjadi sumber penyakit dan memicu berbagai persoalan lingkungan. Karena itu, pemilahan sampah harus menjadi langkah mendasar sebelum sampah masuk ke proses pengolahan maupun daur ulang.

"Sampah bisa menjadi sumber penyakit dan sumber masalah. Hal paling utama dalam pengelolaan sampah adalah memilah sampah. Setiap jenis sampah memiliki karakteristik berbeda sehingga penanganannya juga berbeda," ujar Arivanda dalam pemaparannya.

Ia menjelaskan, sampah organik seperti sisa makanan dan dedaunan dapat diolah menjadi pupuk kompos. Sementara itu, sampah anorganik seperti botol plastik, kertas, dan beberapa kemasan tertentu dapat dikumpulkan untuk didaur ulang sesuai jenis dan kondisi materialnya. Pemilahan sejak awal dinilai penting agar sampah yang masih memiliki nilai guna tidak tercampur dengan sampah lain sehingga lebih sulit dimanfaatkan.

Arivanda melanjutkan, melalui gerakan tersebut, pelajar didorong membawa sampah terpilah dari rumah ke sekolah. Sampah yang terkumpul nantinya akan dijemput oleh bank sampah untuk ditimbang dan dikelola lebih lanjut. Hasil penjualan sampah bernilai ekonomi itu dapat dimanfaatkan oleh pihak sekolah sesuai kebutuhan dan mekanisme pengelolaan yang disepakati.

"Jadi, sampah dari rumah dibawa ke sekolah. Nanti akan ada bank sampah yang menjemput. Hasil rupiah yang dikumpulkan dari sampah bisa dimanfaatkan oleh pihak sekolah. Sekarang kita harus peduli terhadap sampah kita, karena sampah kita merupakan tanggung jawab kita. Bersih itu harus dimulai dari diri sendiri," tegasnya.

Manfaat pemilahan sampah tidak hanya berkaitan dengan kebersihan lingkungan, tetapi juga efisiensi pengelolaan sampah dan peluang ekonomi. Data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) selama ini menunjukkan bahwa sampah sisa makanan dan plastik termasuk kelompok sampah yang dominan di Indonesia.

Pemilahan dapat membantu mengurangi sampah yang berakhir di tempat pemrosesan akhir, mendukung pengomposan sampah organik, serta meningkatkan pemanfaatan material yang masih bisa didaur ulang. Namun, manfaat tersebut akan optimal jika pemilahan dilakukan secara konsisten dan diikuti pengolahan yang tepat.

 

Kepala SDN 7 Metro Utara, Susilowati, menyambut positif edukasi yang diberikan Wakil Walikota Metro, Dr. M. Rafieq Adi Pradana dan DLH Kota setempat kepada para pelajar. aktivitas tersebut dinilai menjadi kesempatan bagi sekolah untuk memperkuat pendidikan karakter, terutama dalam membiasakan anak menjaga kebersihan, bertanggung jawab terhadap sampah yang dihasilkan, dan menerapkan kebiasaan baik tidak hanya di lingkungan sekolah, tetapi juga di rumah.

"Sebanyak 212 pelajar yang mengikuti aktivitas diharapkan dapat menjadi penggerak perubahan perilaku di lingkungan keluarga masing-masing," ucapnya.

Wakil Wali Kota Metro, Dr. M. Rafieq Adi Pradana, menjelaskan Pemerintah Kota Metro akan terus terlibat dalam gerakan PILAH BERKAH (Sampah Dipilah, Sekolah Berkah) sebagai salah satu upaya mengurangi volume sampah sekaligus menanamkan pemahaman tentang pemanfaatan sampah sejak usia dini.

"Sekolah memiliki peran strategis dalam membentuk kebiasaan baru karena edukasi yang diberikan kepada anak dapat diteruskan kepada orang tua dan masyarakat di sekitarnya. Melalui edukasi di SDN 7 Metro Utara, Pemerintah Kota Metro menginginkan gerakan memilah sampah tidak berhenti pada aktivitas sosialisasi, tetapi benar-benar menjadi kebiasaan sehari-hari," tandasnya. (*)

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari