Monday, 31 August 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

Dirut BPJS Kesehatan Kunjungi RS Urip Sumoharjo, Layanan Kedokteran Nuklir Ditargetkan Bisa Ditanggung JKN

31 August 2026 04:36 WIB
Oleh: Rina Wulandari
Dibaca: 2 kali
Bagikan:
Dirut BPJS Kesehatan Kunjungi RS Urip Sumoharjo, Layanan Kedokteran Nuklir Ditargetkan Bisa Ditanggung JKN
Foto: Dokumentasi

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

 

Dirut BPJS Kesehatan Kunjungi RS Urip Sumoharjo, Layanan Kedokteran Nuklir Ditargetkan Bisa Ditanggung JKN

Akses pelayanan kesehatan berteknologi tinggi bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Lampung kembali mendapat perhatian. Rumah Sakit Urip Sumoharjo Bandar Lampung tengah mempersiapkan sebagian layanan medis canggih agar dapat dimanfaatkan peserta JKN tanpa harus pergi ke luar daerah.

Hal tersebut terungkap dalam kunjungan Direktur Utama BPJS Kesehatan, Mayjen TNI (Purn.) Dr. dr. Prihati Pujowaskito, Sp.JP(K), FIHA, M.M.R.S, ke Rumah Sakit Urip Sumoharjo.

Kedatangan Dirut BPJS Kesehatan tersebut diterima langsung Direktur RS Urip Sumoharjo, dr. Rio Rimbo. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan komitmen rumah sakit dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada peserta JKN, termasuk untuk layanan dengan dukungan teknologi medis canggih.

Direktur RS Urip Sumoharjo dr. Rio Rimbo menyebutkan, pihaknya bersyukur mendapat kunjungan langsung dari pimpinan BPJS Kesehatan. Menurutnya, pertemuan tersebut menjadi momentum untuk memastikan kesiapan rumah sakit dalam memberikan pelayanan kesehatan yang semakin luas bagi peserta JKN.

“Beliau ke sini dalam rangka memastikan kepastian komitmen Rumah Sakit Urip Sumoharjo dalam melakukan pelayanan kesehatan untuk peserta JKN,” kata Rio.

Salah satu layanan yang menjadi perhatian adalah radioterapi. Saat ini, RS Urip Sumoharjo telah menjalin kerja sama dengan BPJS Kesehatan untuk pelayanan tersebut.

Selain radioterapi, rumah sakit juga tengah memproses kerja sama untuk layanan kedokteran nuklir. Rio memiliki harapan proses tersebut dapat terealisasi pada akhir tahun ini sehingga peserta JKN nantinya dapat memperoleh pelayanan tersebut dengan menggunakan jaminan kesehatan nasional.

Menurut Rio, keberadaan layanan kedokteran nuklir di Lampung memiliki arti penting. Pasalnya, masyarakat yang membutuhkan layanan tersebut selama ini masih berpotensi harus bepergian ke kota-kota besar seperti Jakarta atau Bandung.

Perjalanan ke luar daerah tentu tidak hanya membutuhkan waktu lebih panjang, tetapi juga menambah biaya yang harus dikeluarkan pasien dan keluarga, mulai dari transportasi hingga kebutuhan akomodasi selama menjalani pelayanan kesehatan.

“Kalau memang bisa dilakukan di sini, kenapa tidak?” ujarnya.

Rio menjelaskan, layanan kedokteran nuklir yang dipersiapkan RS Urip Sumoharjo diharapkan tidak hanya melayani masyarakat Lampung. Keberadaannya bahkan ditargetkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dari wilayah lain di Sumatera bagian selatan.

“Pelayanan kedokteran nuklir kita adalah satu-satunya di Sumatera bagian selatan. Jadi tidak hanya mencakup Lampung saja, sudah mencakup daerah lainnya,” jelasnya.

Meski demikian, Rio menekankan masih terdapat beberapa layanan yang proses kerja samanya dengan BPJS Kesehatan sedang berjalan. Ia menyebut kateterisasi jantung (cath lab) dan kedokteran nuklir sebagai layanan yang tengah dipersiapkan.

Menurut dia, proses tersebut bukan berarti layanan tidak ditanggung BPJS Kesehatan, melainkan masih membutuhkan sebagian perhitungan dan tahapan sebelum kerja sama dapat direalisasikan.

BPJS Kesehatan perlu melihat kebutuhan pelayanan berdasarkan jumlah pasien di wilayah sekitar. Termasuk di dalamnya kebutuhan terhadap kuota layanan, daftar antrean, hingga proyeksi jumlah pasien yang akan memanfaatkan fasilitas tersebut.

“Bukan tidak ter-cover, sedang berproses. BPJS kan perlu perhitungan berapa banyak pasien yang ada di lingkungan sekitar,” terang Rio.

Ia melanjutkan, apabila kebutuhan pasien terus meningkat, pihak rumah sakit akan menyampaikan kondisi tersebut kepada BPJS Kesehatan sebagai bahan pertimbangan untuk penambahan kuota pelayanan.

“Kalau nanti kebutuhan pasien meningkat, tentu saja informasi ini kami sampaikan dulu ke bpjs kesehatan. Untuk menambah kuota memang butuh perhitungan yang jelas, data/daftar antrean dan sebagainya,” ujarnya.

Sementara untuk pelayanan radioterapi, RS Urip Sumoharjo saat ini telah memiliki satu mesin dan mengungkapkan kesiapan untuk menambah kapasitas pelayanan dengan menambah mesin Namun, rumah sakit tidak ingin sekadar mengejar peningkatan jumlah pelayanan.

Rio menekankan, aspek kualitas tetap menjadi perhatian utama. Menurutnya, pengembangan layanan kesehatan harus berjalan seimbang antara peningkatan kapasitas dan mutu pelayanan yang diterima 

*Tidak hanya mengejar kuantitas/volume Tapi juga kualitas/value layanan kesehatan peserta jkn*pungkasnya.

Dengan pengembangan sebagian layanan tersebut, RS Urip Sumoharjo memiliki harapan peserta JKN di Lampung dan wilayah Sumatera bagian selatan semakin mudah mendapatkan pelayanan kesehatan berteknologi tinggi tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke luar daerah prov lampung. (*)

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari