Thursday, 08 October 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

Diduga Faktor Ekonomi, Kurir Paket di Tanggamus Nekat Gantung Diri di Pohon Alpukat

08 October 2026 10:00 WIB
Oleh: Dewi Kartika
Dibaca: 4 kali
Bagikan:
Diduga Faktor Ekonomi, Kurir Paket di Tanggamus Nekat Gantung Diri di Pohon Alpukat
Foto: Kupas Tuntas

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

dengan istri terkait persoalan ekonomi, Sarifudin (34) ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tergantung di pohon alpukat di belakang rumahnya, Dusun Sumber Tengah, Pekon Tekad, Kecamatan Pulau Panggung, Tanggamus, Rabu (7/10/2026).

Sarifudin yang sehari-hari bekerja sebagai kurir atau pengantar paket Shopee itu ditemukan sekitar pukul 06.00 WIB oleh Sutrisno, warga setempat, saat hendak mengambil nira aren di sekitar lokasi. Temuan tersebut sontak menggemparkan warga dan kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian.

Sehari setelah peristiwa itu, Kamis (8/10/2026), polisi masih mendalami rangkaian kejadian dan kondisi kehidupan korban sebelum ditemukan meninggal dunia.

Kapolsek Pulau Panggung Iptu Suamin menyampaikan, pihaknya telah melakukan pemeriksaan awal di lokasi dan meminta keterangan dari beberapa pihak.

Menurut Suamin, dari informasi yang dihimpun, korban memang memiliki persoalan dalam rumah tangga, terutama berkaitan dengan masalah ekonomi.

“Dari keterangan yang kami peroleh, korban memang memiliki persoalan dalam rumah tangga, terutama terkait masalah ekonomi. Namun, untuk keseluruhan penyebabnya masih kami dalami berdasarkan keterangan saksi dan pihak keluarga,” kata Suamin, Kamis (8/10/2026).

Sarifudin diketahui berasal dari Pekon Dadapan, Kecamatan Sumberejo. Setelah menikah dengan warga Pekon Tekad, korban menetap bersama istri dan dua anaknya di Pekon Tekad.

Dalam kesehariannya, korban bekerja sebagai kurir atau pengantar paket Shopee. Pekerjaan tersebut menjadi sumber penghidupan bagi keluarganya.

Namun, di tengah aktivitas mencari nafkah itu, polisi memperoleh informasi adanya persoalan rumah tangga yang berkaitan dengan kondisi ekonomi.

Informasi mengenai pertengkaran korban dengan istrinya kini menjadi salah satu bagian yang didalami polisi.

Meski demikian, kepolisian belum menuturkan bahwa pertengkaran maupun persoalan ekonomi tersebut sebagai motif atau penyebab pasti kematian.

Polisi masih membutuhkan keterangan dari saksi dan keluarga untuk mengetahui secara utuh apa yang terjadi sebelum Sarifudin ditemukan meninggal dunia.

Kronologi penemuan pagi itu, Sutrisno datang ke sekitar lokasi untuk melakukan aktivitas mengambil nira aren. Namun, ia justru menemukan Sarifudin tergantung di pohon alpukat dalam kondisi sudah meninggal dunia.

Informasi tersebut kemudian disampaikan kepada warga dan diteruskan kepada Polsek Pulau Panggung.

Personel kepolisian langsung mendatangi lokasi, melakukan pengecekan serta mengamankan tempat kejadian perkara.

Dari pemeriksaan awal, petugas menemukan seutas tali berwarna merah dengan panjang sekitar 180 sentimeter.

Tali tersebut ditemukan melilit bagian leher korban, sementara ujung lainnya terikat pada pohon alpukat yang berada di belakang rumah korban.

Untuk memastikan kondisi korban, polisi berkoordinasi dengan tenaga kesehatan Puskesmas Pulau Panggung. Pemeriksaan dilakukan oleh dr. Selvi Atistina terhadap tubuh korban.

Dari hasil pemeriksaan awal, tenaga kesehatan tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Petugas menemukan bekas jeratan pada bagian leher serta kondisi lidah korban tergigit.

Temuan tersebut kemudian menjadi bagian dari penanganan kepolisian dalam mengungkap rangkaian peristiwa yang terjadi sebelum korban ditemukan.

Setelah pemeriksaan di lokasi selesai, jenazah Sarifudin kemudian dibawa menggunakan ambulans pekon untuk diserahkan kepada pihak keluarga di Pekon Dadapan.

Pihak keluarga menuturkan menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah.

Penolakan tersebut telah dituangkan dalam surat pernyataan yang dibuat pihak keluarga.

“Pihak keluarga juga menuturkan menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah korban dan telah membuat surat pernyataan terkait penolakan tersebut. Selanjutnya, jenazah diserahkan kepada keluarga untuk proses pemakaman,” ujar Suamin.

Peristiwa tersebut tidak hanya meninggalkan duka bagi keluarga, tetapi juga menyisakan perubahan besar bagi kehidupan dua anak korban.

Sarifudin yang selama ini menjalani aktivitas sebagai kurir untuk memenuhi kebutuhan keluarga kini telah pergi.

Di sisi lain, kepolisian mengingatkan masyarakat agar persoalan rumah tangga dan tekanan ekonomi tidak dihadapi sendirian.

Kapolsek Suamin meminta keluarga maupun lingkungan sekitar lebih peka terhadap kondisi seseorang yang sedang mengalami tekanan berat.

“Masyarakat diminta saling memperhatikan kondisi anggota keluarga dan lingkungan sekitar. Jika menemukan seseorang yang membutuhkan pertolongan atau menunjukkan kondisi yang mengkhawatirkan, segera berikan bantuan dan hubungi pihak berwenang atau layanan kesehatan terdekat,” imbaunya.

Peristiwa yang terjadi Rabu pagi itu memang telah berakhir dengan pemakaman korban. Namun, bagi keluarga Sarifudin, kehilangan baru saja dimulai.

Sementara bagi kepolisian, rangkaian peristiwa sebelum korban ditemukan masih menjadi bagian yang harus didalami.

Apakah persoalan ekonomi dan pertengkaran rumah tangga benar-benar menjadi pemicu tragedi tersebut, atau terdapat persoalan lain yang belum terungkap?

Polisi belum memberikan kesimpulan akhir. Yang pasti, pagi itu seorang kurir paket yang selama ini bekerja mencari nafkah untuk keluarganya ditemukan telah tiada di belakang rumahnya sendiri.

Sebuah tragedi yang menyisakan duka bagi dua anak, kehilangan bagi keluarga, dan pertanyaan yang masih menunggu jawaban dari proses pendalaman kepolisian.

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari