Monday, 27 July 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

Di Balik 6 Dapur MBG Lampung Disetop

27 July 2026 10:00 WIB
Oleh: Dewi Kartika
Dibaca: 2 kali
Bagikan:
Di Balik 6 Dapur MBG Lampung Disetop
Foto: Kupas Tuntas

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

makanan yang setiap hari dinanti anak-anak sekolah, ada harapan besar yang dititipkan. Harapan agar mereka bisa belajar dengan perut kenyang, tumbuh lebih sehat, dan mendapatkan masa depan yang lebih baik.

Namun, di Lampung, harapan itu sempat berubah menjadi kekhawatiran setelah enam dapur penyedia program Makan Bergizi Gratis (MBG) dihentikan sementara operasionalnya.

Dua dari enam Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tersebut disetop setelah muncul dugaan gangguan kesehatan yang dialami 40 pelajar di Tanggamus dan Pesawaran.

Sementara empat dapur lainnya dihentikan karena ditemukan fasilitas yang belum memenuhi standar serta dokumen administrasi yang belum lengkap.

Di Kabupaten Tanggamus, delapan siswa SMP Negeri 1 Talang Padang diduga mengalami keracunan setelah menyantap menu MBG pada Rabu (22/7/2026). Mereka mengalami beberapa gejala, mulai dari mual, muntah hingga diare, dan harus mendapatkan penanganan medis.

Menyusul kejadian tersebut, SPPG Sinar Betung di Kecamatan Talang Padang dihentikan sementara sejak 23 Juli 2026.

Belum sempat kekhawatiran itu mereda, kejadian serupa dilaporkan terjadi di Kabupaten Pesawaran.

Sebanyak 32 siswa SD Negeri 22 Tegineneng diduga mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi menu MBG berupa sop buah pada Jumat (24/7/2026).

Sehari setelahnya, operasional SPPG di Kecamatan Tegineneng turut dihentikan sementara untuk menjalani evaluasi dan pemeriksaan.

Kasubbag Tata Usaha Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Lampung Bengkulu, Fitra Alfarisi menyebutkan, penghentian tersebut merupakan langkah evaluasi untuk memastikan makanan yang disajikan kepada para siswa benar-benar aman.

Dua dapur yang berkaitan dengan dugaan gangguan kesehatan baru dapat kembali beroperasi setelah memenuhi rekomendasi hasil pemeriksaan makanan dan perbaikan infrastruktur dari pihak terkait.

Namun, persoalan MBG di Lampung tidak berhenti pada dua kasus tersebut. Empat SPPG lainnya, yakni SPPG Jabung Negara Batin di Lampung Timur, SPPG Way Serdang Labuhan Baru dan SPPG Mesuji Sumber Makmur di Mesuji, serta SPPG Kotabumi Utara Kali Cinta di Lampung Utara, juga dihentikan sementara.

Penyebabnya berbeda, yakni fasilitas dapur yang belum memenuhi standar dan kelengkapan dokumen yang masih harus diperbaiki.

Lampung sendiri kini memiliki sekitar 1.200 dapur MBG yang tersebar di berbagai wilayah. Jumlah tersebut membuat pengawasan menjadi pekerjaan besar yang tidak sederhana.

Fitra menyebutkan belum seluruh dapur menjalani inspeksi, namun SPPG yang ditemukan tidak memenuhi petunjuk teknis akan diminta melakukan perbaikan, bahkan dapat dikenai penghentian sementara operasional.

Pada akhirnya, MBG bukan hanya tentang makanan yang tiba di meja makan anak-anak setiap hari.

Ada kepercayaan orang tua yang ikut dititipkan di dalam setiap kotak makanan, ada harapan anak-anak untuk tumbuh sehat, dan ada tanggung jawab besar negara untuk memastikan setiap suapan aman dikonsumsi.

Penghentian enam dapur di Lampung menjadi pengingat bahwa dalam program sebesar ini, kecepatan menyediakan makanan harus berjalan beriringan dengan ketelitian menjaga kualitas.

Sebab bagi seorang anak, sepiring makanan bukan sekadar menu makan siang, melainkan bagian dari harapan untuk hari esok yang lebih baik.

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari