Friday, 06 November 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

Cuaca Ekstrem Mengancam, Pemkot Metro Siapkan Langkah Mitigasi Bencana

06 November 2026 10:00 WIB
Oleh: Dewi Kartika
Dibaca: 4 kali
Bagikan:
Cuaca Ekstrem Mengancam, Pemkot Metro Siapkan Langkah Mitigasi Bencana
Foto: Kupas Tuntas

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

belakangan mengguyur Kota Metro menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Mengantisipasi potensi bencana, khususnya pohon tumbang yang dapat mengancam keselamatan masyarakat dan pengguna jalan, Pemerintah Kota (Pemkot) Metro mulai memperkuat langkah mitigasi di beberapa wilayah.

Wakil Wali Kota Metro, Dr. M. Rafieq Adi Pradana menyampaikan, pemerintah telah bergerak melakukan pemetaan dan penanganan terhadap beberapa pohon besar yang dinilai berpotensi tumbang, terutama yang berada di sepanjang ruas jalan protokol dan kawasan padat aktivitas masyarakat.

Menurut Rafieq, langkah antisipasi tersebut dilakukan sebagai bentuk kesiapsiagaan pemerintah menghadapi cuaca ekstrem yang sewaktu-waktu dapat memicu bencana. Sebab, pohon berukuran besar dengan kondisi ranting yang rapuh maupun tajuk terlalu rimbun berisiko tumbang ketika diterpa angin kencang.

"Sudah, Pemkot sudah bergerak melakukan mitigasi dan pencegahan. Pohon-pohon besar yang berpotensi tumbang, khususnya di jalan protokol, menjadi perhatian untuk segera ditangani dengan cara pemangkasan," kata dia saat dikonfirmasi awak media, Jum'at (6/11/2026).

Rafieq menjelaskan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Metro telah melakukan langkah antisipatif melalui pemangkasan pohon yang terlalu rimbun serta penanganan dan evakuasi terhadap pohon yang sudah tumbang.

Wakil Wali Kota itu menekankan, pemangkasan tersebut bukan sekadar acara rutin pemeliharaan lingkungan, melainkan bagian dari upaya mengurangi risiko bencana. Terlebih, pohon tumbang tidak hanya berpotensi menghambat arus lalu lintas, tetapi juga dapat merusak fasilitas umum hingga membahayakan keselamatan warga.

"DLH dan BPBD sudah bergerak. Pohon-pohon yang dinilai rawan kita antisipasi dengan pemangkasan. Kalau sudah ada yang tumbang, tentu harus segera dievakuasi agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat," jelasnya.

Selain mengantisipasi pohon tumbang, Pemkot Metro juga mulai menggerakkan acara bersih-bersih lingkungan hingga tingkat kelurahan. Fokus penanganan diarahkan pada saluran drainase, gorong-gorong, serta jalur aliran air yang berpotensi tersumbat sampah dan endapan material.

Menurutnya, persoalan banjir tidak bisa hanya ditangani ketika air sudah meluap. Kebersihan saluran air dan kesadaran masyarakat menjaga lingkungan menjadi bagian penting dalam mencegah genangan, terutama saat hujan deras berlangsung dalam waktu cukup lama.

"Jangan sampai ketika hujan deras turun, saluran air justru tersumbat. Karena itu, kita minta seluruh jajaran sampai tingkat kelurahan bergerak melakukan pembersihan lingkungan dan memastikan drainase berfungsi dengan baik," ungkapnya.

Ia menambahkan keterangan, koordinasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) juga terus diperkuat untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan bencana hidrometeorologi, mulai dari pohon tumbang, banjir, hingga angin puting beliung. Kesiapsiagaan tersebut dinilai penting agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat ketika terjadi kondisi darurat.

Meski demikian, langkah mitigasi pemerintah perlu diikuti dengan pemantauan berkala terhadap kondisi pohon-pohon tua dan berukuran besar di ruang publik.

Penanganan tidak semestinya hanya dilakukan setelah muncul laporan atau ketika pohon sudah tumbang, tetapi harus berdasarkan pemeriksaan kondisi pohon dan tingkat kerawanan di lapangan.

Pemkot juga diharapkan memastikan setiap titik rawan memiliki penanganan yang jelas, termasuk kesiapan personel, peralatan evakuasi, serta mekanisme pelaporan masyarakat.

Dengan begitu, potensi bahaya dapat diketahui lebih dini dan tidak menunggu sampai menimbulkan korban maupun kerugian material.

Rafieq memiliki harapan, seluruh elemen masyarakat turut berperan menjaga kebersihan lingkungan dan meningkatkan kewaspadaan selama musim penghujan. Sebab, upaya pencegahan bencana bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan bersama.

"Intinya, kita ingin mengantisipasi sedini mungkin. Pemerintah bergerak, masyarakat juga harus ikut menjaga lingkungan. Jangan menunggu terjadi bencana baru kita melakukan tindakan," tandasnya.

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari