Thursday, 29 October 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

Buntut Kebakaran di Pekon Buay Nyerupa Lambar, Petugas Damkar Diduga Dipukul, Mobil Dirusak

29 October 2026 11:00 WIB
Oleh: Dewi Kartika
Dibaca: 8 kali
Bagikan:
Buntut Kebakaran di Pekon Buay Nyerupa Lambar, Petugas Damkar Diduga Dipukul, Mobil Dirusak
Foto: Kupas Tuntas

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

Insiden kebakaran yang menghanguskan lima rumah warga di Pemangku Negeri Ratu Ulu, Pekon Buay Nyerupa, Kecamatan Sukau, Kabupaten Lampung Barat, Kamis (29/10/2026) dini hari, berpotensi berbuntut panjang. Pasalnya, berdasarkan informasi yang dihimpun Kupas Tuntas, muncul dugaan penganiayaan terhadap petugas pemadam kebakaran (Damkar) serta perusakan kendaraan operasional Damkar saat petugas berupaya memadamkan api di lokasi kejadian.

Hingga berita ini disusun, kronologi lengkap dugaan insiden tersebut belum diketahui secara pasti. Namun, beragam warga membenarkan adanya dugaan perusakan kendaraan Damkar dalam peristiwa tersebut. Informasi mengenai dugaan penganiayaan terhadap petugas dan perusakan kendaraan itu kini menjadi perhatian, mengingat petugas Damkar berada di lokasi untuk menjalankan tugas membantu warga yang tertimpa musibah kebakaran.

Insiden tersebut menjadi persoalan serius apabila dugaan yang beredar terbukti benar. Di tengah upaya petugas memadamkan api yang membakar lima rumah warga, tindakan kekerasan terhadap petugas maupun perusakan kendaraan operasional dapat mengganggu proses penanganan kebakaran. Padahal, keberadaan petugas Damkar sangat dibutuhkan untuk mengendalikan kobaran api dan mencegah kebakaran meluas ke bangunan lain di sekitarnya.

Menanggapi informasi tersebut, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Kasatpol PP Damkar) Kabupaten Lampung Barat, M. Henry Faisal, menyampaikan pihaknya sedang meminta laporan serta kronologi lengkap untuk memastikan kebenaran dugaan insiden tersebut. Ia memastikan, informasi mengenai dugaan pemukulan terhadap petugas dan perusakan kendaraan Damkar perlu ditelusuri terlebih dahulu sebelum pihaknya menentukan langkah selanjutnya.

“Terima kasih rekan-rekan media atas pemberitaan dan dukungannya. Saya sedang meminta laporan dan kronologi selengkapnya, karena disinyalir telah terjadi pemukulan terhadap petugas Damkar dan perusakan kendaraan Damkar yang notabene merupakan aset pemerintah,” ujar M. Henry Faisal dalam keterangannya.

Henry memastikan, apabila dugaan tersebut terbukti benar berdasarkan laporan dan hasil penelusuran, pihaknya akan mengambil langkah hukum dengan melaporkan kejadian itu ke Polres Lampung Barat. Langkah tersebut, menurutnya, diperlukan untuk memberikan efek jera sekaligus menjadi pembelajaran bagi masyarakat agar tidak bertindak sewenang-wenang terhadap petugas yang sedang menjalankan tugas kemanusiaan. Meski demikian, keputusan untuk menempuh jalur hukum akan didasarkan pada kejelasan kronologi dan fakta kejadian.

Ia juga menekankan bahwa petugas Damkar datang ke lokasi kebakaran untuk membantu masyarakat yang sedang mengalami musibah. Dalam situasi darurat, petugas harus berupaya mengendalikan api dengan cepat demi melindungi keselamatan warga dan meminimalkan kerugian. Karena itu, dugaan tindakan kekerasan terhadap petugas maupun perusakan kendaraan operasional, jika terbukti, merupakan persoalan yang tidak dapat dianggap sepele karena berpotensi menghambat pelayanan penanggulangan kebakaran.

Sementara itu, Kupas Tuntas masih berupaya menghimpun informasi lebih lanjut mengenai kronologi dugaan penganiayaan dan perusakan tersebut, termasuk pihak-pihak yang terlibat serta kondisi petugas dan kendaraan Damkar yang dilaporkan terdampak. Hingga kini, belum ada keterangan lengkap mengenai bagaimana insiden itu bermula. Perkembangan lebih lanjut akan disampaikan setelah terdapat informasi yang terverifikasi dari pihak terkait. (*).

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari