BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -
(BPBD) Provinsi Lampung melaporkan masih terdapat 56 titik panas di daerah setempat pada Sabtu (8/8/2026) pukul 09.13 WIB.
Dalam postingan Instagram Story akun @bpbdlampung, dijelaskan bahwa 56 titik panas itu terdiri dari 43 titik panas kategori rendah yang terjadi di Kabupaten Way Kanan (11 titik), Pesisir Barat (2 titik), Tulang Bawang (3 titik), Tulang Bawang Barat (2 titik), Mesuji (1 titik), Lampung Timur (6 titik), Pesawaran (1 titik), Lampung Utara (7 titik), Lampung Selatan (5 titik), dan Lampung Tengah (5 titik).
Sementara 13 titik panas dikategorikan sedang terjadi di Mesuji (4 titik), Lampung Tengah (2 titik), Tulang Bawang (3 titik), Way Kanan (3 titik), Tulang Bawang Barat (1 titik).
Kepala BPBD Provinsi Lampung, Rudy Sjawal Sugiarto menyampaikan, laporan yang diterima hampir seluruh daerah di Provinsi Lampung terjadi kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
“Titik-titik hotspot itu terpantau dari satelit NASA,” kata dia.
Menurut Rudy, BPBD Lampung telah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait di antaranya BNPB dan BMKG untuk melakukan upaya-upaya terkait dengan mitigasi pada saat menghadapi musim kekeringan.
“Salah satunya adalah kita berkoordinasi dengan BMKG untuk meminta rekomendasi pelaksanaan OMC (operasi modifikasi cuaca) hujan buatan di beberapa wilayah kabupaten di Provinsi Lampung yang saat ini sudah kekeringannya sangat masif dan berpengaruh terhadap produktivitas pertanian,” ungkap dia.
“Dan proposal yang ditandatangani pak Gubernur sudah sampai ke BNPB masih diproses di sana, kita juga masih ada harapan untuk melakukan uji coba karena posisi awan di Provinsi Lampung itu masih ada,” imbuh dia.
Sebab kata Rudy, syarat hujan buatan adalah masih adanya awan yang bisa diikat untuk menghasilkan hujan buatan.
BPBD Lampung akan mendapatkan mobil tangki air bersih dari BNPB dan Presiden yang beberapa waktu ke depan akan didiskusikan ke kabupaten kota dan Provinsi Lampung. “Kita juga mendapat bantuan sumur bor dan pompanisasi,” katanya.