Wednesday, 28 October 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

BNPT Ungkap Lampung Pernah Jadi Persembunyian Jaringan Teroris, 786 Anak di 18 Provinsi Terpapar Radikalisme

28 October 2026 21:00 WIB
Oleh: Dewi Kartika
Dibaca: 3 kali
Bagikan:
BNPT Ungkap Lampung Pernah Jadi Persembunyian Jaringan Teroris, 786 Anak di 18 Provinsi Terpapar Radikalisme
Foto: Kupas Tuntas

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

(BNPT), Eddy Hartono mengingatkan masyarakat agar tidak lengah terhadap ancaman terorisme di Provinsi Lampung.

Di balik kondisi daerah yang relatif aman dan masyarakatnya dikenal terbuka terhadap pendatang, Lampung dinilai berpotensi dimanfaatkan jaringan terorisme sebagai tempat persembunyian atau safe house.

Peringatan itu disampaikan Eddy saat menghadiri gala premiere film Ageman di Balai Keratun, kompleks Kantor Jajaran Pemprov Lampung, Rabu (28/10/2026).

Ia mengungkapkan, beberapa penangkapan pimpinan jaringan terorisme, termasuk yang berkaitan dengan Jemaah Islamiyah dan Jemaah Ansharut Daulah, pernah dilakukan di Lampung.

“Karena nyamannya Lampung ini, justru dijadikan tempat safe house para jaringan terorisme,” kata Eddy, dilansir Web PemprovLampung.

Selain mengantisipasi keberadaan jaringan terorisme, BNPT juga menyoroti penyebaran paham radikal kepada anak-anak. Eddy menyebutkan, data terbaru menunjukkan sebanyak 786 anak di 18 provinsi terpapar paham radikal.

Menurutnya, kelompok tertentu memanfaatkan ruang digital, termasuk permainan daring, untuk mendekati anak melalui interaksi yang awalnya terlihat seperti pertemanan biasa.

Untuk mencegah penyebaran paham tersebut, BNPT berkoordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Digital serta penyedia platform digital guna memperkuat perlindungan anak dari konten intoleransi, radikalisme, terorisme, hingga materi pembuatan bom.

Pemerintah juga melibatkan TNI, Polri, unsur intelijen, dan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). Upaya pencegahan dilakukan melalui deradikalisasi terhadap kelompok yang telah terpapar serta mitigasi untuk membendung penyebaran paham radikal.

Di sisi lain, Eddy mengapresiasi inisiatif Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Lampung yang menghadirkan film Ageman sebagai media edukasi toleransi dan keberagaman.

Orang nomor satu di Lampung Rahmat Mirzani Djausal turut menekankan pentingnya menjaga kerukunan di tengah masyarakat yang terdiri dari beragam suku dan agama.

Ia menilai nilai-nilai lokal seperti Nengah Nyappur dan Sakai Sambayan menjadi modal sosial untuk memperkuat persatuan.

“Kami sangat menghargai adanya perbedaan, bagi kami di Provinsi Lampung, perbedaan adalah keunggulan kami,” ujar Mirza.

Jajaran Pemprov Lampung, lanjut Mirza, siap memperkuat kerja sama dengan BNPT dan FKPT untuk memperluas edukasi toleransi, kebangsaan, dan bela negara hingga ke sekolah serta perguruan tinggi.

Ia juga mendorong generasi muda memanfaatkan teknologi untuk menyebarkan pesan positif, bukan memperbesar perpecahan.

Menurutnya, keberagaman perlu diwujudkan dalam hubungan yang saling menghormati dan melengkapi agar keharmonisan masyarakat tetap terjaga sekaligus mempersempit ruang berkembangnya paham radikal.

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari