BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -
BANDAR LAMPUNG– Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Radin Inten II Lampung atau BMKG Lampung mengeluarkan peringatan dini terkait kemunculan titik panas (hotspot) di wilayah Bumi Ruwa Jurai.
Berdasarkan pemutakhiran peta sebaran hotspot per Rabu, 3 Juni 2026, satelit mendeteksi adanya 6 titik panas yang tersebar di lima kabupaten di Provinsi Lampung.
Data yang dirilis oleh Forecaster On Duty BMKG Lampung menunjukkan, seluruh titik panas yang terpantau ini berada pada tingkat kepercayaan (confidence) kategori Sedang (ditandai dengan warna kuning).
"Berdasarkan sensor Satelit NOAA20 yang melintas pada 2 Juni 2026 pukul 13:25 WIB, ada enam titik panas di Lampung yang masuk kategori sedang," tulis BMKG dalam keterangan resminya.
Dari data yang dihimpun, Kabupaten Lampung Barat menjadi wilayah yang paling banyak menyumbang titik panas kali ini, yakni sebanyak dua titik. Sementara empat kabupaten lainnya masing-masing menyumbang satu titik.
Berikut rincian sebaran 6 titik panas di Lampung berdasarkan wilayah kecamatan dan data koordinat BMKG:
1. Kabupaten Lampung Barat (2 Titik)
Kecamatan Bandar Negeri Suoh: Koordinat Bujur 104.13, Lintang -5.0344
Kecamatan Batu Brak: Koordinat Bujur 104.1343, Lintang -5.0373
2. Kabupaten Way Kanan (1 Titik)
Kecamatan Kasui: Koordinat Bujur 104.4695, Lintang -4.7695
3. Kabupaten Lampung Utara (1 Titik)
Kecamatan Muara Sungkai: Koordinat Bujur 104.9577, Lintang -4.6064
4. Kabupaten Pesawaran (1 Titik)
Kecamatan Tegineneng: Koordinat Bujur 105.0857, Lintang -5.2017
5. Kabupaten Tulang Bawang (1 Titik)
Kecamatan Menggala: Koordinat Bujur 105.1822, Lintang -4.5528
Sebagai informasi, pemantauan berkala ini diproses langsung oleh BMKG dengan mengintegrasikan data dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Pemantauan ini mengandalkan kombinasi empat satelit sekaligus, yakni Satelit Terra, Aqua, S-NPP, dan NOAA20.
Meskipun status tingkat kepercayaan masih berada di level sedang (belum merah atau tinggi), masyarakat di wilayah-wilayah tersebut diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan.
Masyarakat juga diminta untuk tidak melakukan aktivitas pembakaran lahan atau sampah secara sembarangan yang dapat memicu terjadinya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).
Sebab, radius ketidakpastian deteksi piksel satelit ini mencapai 321 meter, yang berarti potensi rambatan api sekecil apa pun di area terbuka harus diantisipasi sejak dini.
Bagaimana kondisi cuaca dan potensi karhutla di wilayah Anda hari ini?