BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -
Pemerintah Kabupaten Lampung Barat menggelar aktivitas bedikekh dan nyambai bebakhong dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Lampung Barat ke-35. aktivitas yang dipusatkan di Lapangan Merdeka, Kelurahan Pasar Liwa, Kecamatan Balik Bukit, Kamis (24/9/2026), tersebut menjadi salah satu upaya memperkuat keberadaan tradisi lokal di tengah perkembangan zaman.
aktivitas itu tidak hanya diikuti oleh Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus dan Wakil Bupati Mad Hasnurin serta jajaran pemerintah daerah, tetapi juga melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari pegawai, pelajar hingga masyarakat yang datang dari beragam wilayah di Kabupaten Lampung Barat. Keterlibatan berbagai kelompok tersebut membuat pelaksanaan bedikekh dan nyambai bebakhong tidak sekadar menjadi rangkaian peringatan hari jadi daerah, tetapi juga menjadi ruang pertemuan masyarakat untuk mengenal dan kembali menyaksikan tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Bedikekh dan nyambai merupakan bagian dari tradisi khas masyarakat Lampung Barat yang telah dikenal dan dijaga secara turun-temurun sejak zaman nenek moyang. Tradisi tersebut menjadi bagian dari kekayaan budaya daerah yang memiliki nilai sosial dan kultural, sekaligus mencerminkan kehidupan masyarakat Lampung yang menjunjung kebersamaan, penghormatan terhadap adat serta hubungan antargenerasi.
Pelaksanaan aktivitas di tengah masyarakat juga menjadi pengingat bahwa perkembangan daerah tidak hanya berkaitan dengan infrastruktur dan pengembangan fisik dan ekonomi, tetapi juga bagaimana identitas budaya tetap dipertahankan. Kebudayaan yang diwariskan oleh generasi terdahulu menjadi bagian penting yang perlu dikenalkan kepada generasi berikutnya agar tidak terputus oleh perubahan zaman.
Kehadiran para pelajar dalam aktivitas tersebut menjadi salah satu bagian yang dinilai penting dalam proses pelestarian budaya. Generasi muda tidak hanya menjadi penonton, tetapi diberikan kesempatan untuk melihat secara langsung bagaimana tradisi masyarakat Lampung Barat dijalankan. Pengalaman tersebut diharapkan dapat menumbuhkan rasa mengenal, memiliki dan menghargai budaya daerah sejak usia sekolah.
Pelestarian tradisi juga tidak cukup hanya dengan mengenalkan nama dan sejarahnya kepada generasi muda. Keterlibatan secara langsung dalam aktivitas budaya dinilai dapat memberikan pengalaman yang lebih dekat mengenai nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Dengan demikian, budaya lokal tidak berhenti sebagai cerita dari generasi sebelumnya, tetapi tetap dapat dipraktikkan dan dipahami oleh masyarakat masa kini.
Bagi masyarakat Lampung Barat, bedikekh dan nyambai bebakhong memiliki arti lebih dari sekadar pertunjukan budaya. Tradisi tersebut menjadi bagian dari kehidupan sosial masyarakat yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Karena itu, keberadaannya menjadi salah satu identitas yang membedakan Lampung Barat dengan daerah lainnya.
Salah seorang warga yang mengikuti aktivitas tersebut, Nuriati mengapresiasi pelaksanaan bedikekh dan nyambai bebakhong yang menurutnya memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk kembali mengenal tradisi daerah. Menurutnya, aktivitas budaya seperti itu penting karena semakin banyak generasi muda yang perlu dikenalkan secara langsung dengan adat dan tradisi yang dimiliki daerahnya.
"Kami sangat mengapresiasi aktivitas seperti ini. Anak-anak muda sekarang perlu melihat dan mengenal langsung budaya daerahnya, supaya mereka tidak hanya mengetahui dari cerita orang tua, tetapi juga memahami bahwa tradisi ini merupakan bagian dari identitas masyarakat Lampung Barat," ujarnya.
Apresiasi serupa disampaikan warga lainnya, Saprin yang menilai keterlibatan masyarakat dari berbagai wilayah dalam aktivitas tersebut menunjukkan bahwa tradisi lokal masih memiliki tempat di tengah masyarakat. Menurutnya, aktivitas budaya dapat menjadi sarana untuk mempertemukan masyarakat sekaligus memperkenalkan kembali warisan leluhur kepada generasi yang lebih muda.
"Saya senang melihat masyarakat dan pelajar ikut terlibat. Ini bukan hanya tentang acara HUT Lampung Barat, tetapi bagaimana budaya yang sudah diwariskan sejak dulu tetap bisa kita lihat dan nikmati bersama. Harapannya aktivitas seperti ini terus dilakukan," kata dia.
Sementara itu, warga lainnya, Tisna memiliki harapan pelestarian budaya Lampung Barat tidak hanya dilakukan pada momentum tertentu, tetapi dapat menjadi aktivitas yang terus dikembangkan. Menurutnya, semakin sering tradisi lokal diperkenalkan dan dilibatkan dalam berbagai aktivitas masyarakat, semakin besar pula peluang generasi muda untuk mengenal dan meneruskannya.
"Budaya harus terus dikenalkan kepada anak-anak muda. Kalau tidak diperkenalkan dan dilibatkan sejak sekarang, lama-lama mereka bisa tidak mengenal tradisi daerah sendiri. Karena itu, kami mendukung aktivitas seperti ini dan memiliki harapan dapat terus diadakan," ujarnya.
Keterlibatan masyarakat dalam aktivitas tersebut juga menunjukkan bahwa pelestarian budaya membutuhkan peran bersama. Pemerintah daerah dapat memberikan ruang dan dukungan, sementara masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga tradisi agar tetap hidup. Di sisi lain, generasi muda menjadi bagian yang menentukan keberlanjutan budaya tersebut pada masa mendatang.
Terlebih, perubahan pola kehidupan masyarakat dan perkembangan teknologi membuat generasi muda memiliki banyak pilihan hiburan dan budaya dari luar daerah. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi keberlangsungan budaya lokal. Karena itu, menghadirkan tradisi daerah dalam ruang publik menjadi salah satu cara untuk memastikan budaya lokal tetap mendapatkan tempat dalam kehidupan masyarakat.
aktivitas bedikekh dan nyambai bebakhong dalam rangka HUT Lampung Barat ke-35 juga menunjukkan bahwa peringatan hari jadi daerah dapat menjadi momentum untuk melihat kembali kekayaan budaya yang dimiliki. Peringatan HUT tidak hanya dimaknai sebagai pertambahan usia kabupaten, tetapi juga sebagai kesempatan untuk memperkuat kembali identitas daerah yang telah dibangun oleh masyarakat dari generasi ke generasi.
Di tengah aktivitas tersebut, masyarakat dari berbagai kalangan dapat menyaksikan langsung tradisi yang menjadi bagian dari perjalanan budaya Lampung Barat. Kehadiran masyarakat dalam jumlah yang beragam juga memberikan ruang bagi terjadinya proses pewarisan budaya secara alami, ketika generasi yang lebih tua dapat memperlihatkan tradisi kepada generasi yang lebih muda.
Upaya menjaga budaya juga menjadi bagian dari menjaga sejarah masyarakat Lampung Barat. Setiap tradisi yang diwariskan memiliki cerita, nilai dan pengalaman masyarakat yang tidak dapat dipisahkan dari perjalanan suatu daerah. Ketika tradisi tetap dijalankan, masyarakat secara tidak langsung turut menjaga hubungan antara masa lalu, kehidupan saat ini dan generasi yang akan datang.
Karena itu, pelestarian bedikekh dan nyambai bebakhong membutuhkan keberlanjutan. aktivitas serupa diharapkan tidak hanya muncul pada peringatan HUT Kabupaten Lampung Barat, tetapi dapat terus diperkenalkan melalui aktivitas pendidikan, kemasyarakatan maupun agenda kebudayaan lainnya. Dengan begitu, tradisi tersebut dapat semakin dikenal, dipahami dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Bagi masyarakat, keberadaan tradisi lokal bukan sekadar simbol kebudayaan, tetapi juga bagian dari identitas yang melekat dalam kehidupan sehari-hari. Ketika masyarakat ikut mengambil bagian dalam menjaga tradisi, keberadaan budaya tidak hanya bergantung pada aktivitas pemerintah, melainkan tumbuh dari kesadaran bersama untuk mempertahankan warisan leluhur.
Melalui aktivitas bedikekh dan nyambai bebakhong, peringatan HUT Lampung Barat ke-35 akhirnya tidak hanya menjadi momentum perayaan usia daerah, tetapi juga menjadi ruang untuk kembali menghidupkan ingatan kolektif masyarakat terhadap budaya yang telah diwariskan sejak dahulu. Pelibatan pegawai, pelajar dan masyarakat menjadi bagian penting dalam memastikan tradisi tersebut tetap dikenal dan memiliki tempat di tengah perubahan zaman. (*)