Wednesday, 04 November 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

Asap Kawah Capai 500 Meter, Gunung Anak Krakatau Masih Berstatus Siaga

04 November 2026 18:00 WIB
Oleh: Dewi Kartika
Dibaca: 7 kali
Bagikan:
Asap Kawah Capai 500 Meter, Gunung Anak Krakatau Masih Berstatus Siaga
Foto: Kupas Tuntas

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung memperkuat langkah mitigasi dan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana, khususnya aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau yang masih berstatus Level III (Siaga).

Masyarakat, nelayan, dan wisatawan diminta meningkatkan kewaspadaan serta mematuhi rekomendasi keselamatan dari pihak berwenang.

Langkah tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Mitigasi Aktivitas Gunung Anak Krakatau dan Mitigasi Bencana Hidrometeorologi yang digelar di Ruang Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Provinsi Lampung, Rabu (4/11/2026).

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Lampung, Aswarodi, menjelaskan bahwa berdasarkan pemaparan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau saat ini merupakan bagian dari karakteristik gunung api yang masih mengalami proses perkembangan.

Meski demikian, potensi bahaya yang perlu mendapat perhatian adalah sebaran abu vulkanik akibat aktivitas erupsi.

"Berdasarkan informasi dari PVMBG dan laporan BPBD Lampung Selatan serta relawan di Pulau Sebesi, sebaran abu vulkanik saat ini masih dalam kondisi aman dan belum mencapai Desa Tejang, Pulau Sebesi," ujarnya.

Aswarodi menekankan, status Gunung Anak Krakatau masih berada pada Level III (Siaga). Oleh karena itu, masyarakat, nelayan, maupun wisatawan diimbau untuk tidak melakukan aktivitas dan mendekati kawasan gunung api dalam radius lima kilometer dari kawah.

Sebagai langkah antisipasi, BPBD Kabupaten Lampung Selatan juga mengusulkan pemasangan rambu-rambu peringatan di sebagian titik untuk mengingatkan masyarakat dan pengunjung agar tidak memasuki kawasan berbahaya.

Sementara itu, mantan Kepala Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau di Hargo Pancuran, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, Andi Suhardi, menjelaskan bahwa Gunung Anak Krakatau merupakan gunung api muda yang masih mengalami proses pertumbuhan dan perkembangan.

"Proses tersebut berlangsung melalui fase konstruksi dan destruksi yang terjadi secara berulang. Aktivitas erupsi yang saat ini terjadi merupakan bagian dari karakteristik alami Gunung Anak Krakatau dalam melepaskan energi vulkaniknya," kata dia.

Ia menjelaskan, kondisi tersebut berbeda dengan peristiwa letusan dahsyat pada 1883 yang didahului proses akumulasi energi dalam waktu panjang. Sementara itu, erupsi yang terjadi secara berulang saat ini merupakan bagian dari dinamika perkembangan gunung api tersebut.

Meski demikian, Andi mengingatkan bahwa karakteristik tersebut bukan berarti masyarakat boleh mengabaikan potensi bahaya. Kepatuhan terhadap rekomendasi keselamatan tetap menjadi hal utama, terutama dengan tidak mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau dalam radius lima kilometer dari kawah.

"Untuk saat ini, asap kawah yang teramati berwarna putih tipis dengan ketinggian sekitar 500 meter. Potensi bahaya sekunder yang perlu diperhatikan adalah sebaran abu vulkanik, yang dipengaruhi oleh intensitas aktivitas erupsi dan arah angin," jelasnya.

Ia juga meminta masyarakat, wisatawan, dan nelayan agar tidak melakukan aktivitas di sekitar kawasan Gunung Anak Krakatau selama status Siaga (Level III) masih berlaku.

Pemprov Lampung melalui BPBD bersama instansi terkait terus memperkuat koordinasi dan pemantauan guna mengantisipasi potensi dampak aktivitas gunung api.

"Masyarakat diminta tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi serta selalu mengikuti perkembangan dan rekomendasi resmi dari PVMBG maupun BPBD," jelasnya.

Kewaspadaan dan kepatuhan terhadap zona bahaya menjadi kunci utama untuk meminimalkan risiko serta melindungi keselamatan masyarakat di tengah aktivitas Gunung Anak Krakatau yang masih berlangsung. (*)

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari