Saturday, 19 September 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

‎Anggota DPRD Bandar Lampung Yunika Buka Suara Soal Laporan Penggelapan Mobil Rental Rp1,16 Miliar

19 September 2026 19:00 WIB
Oleh: Dewi Kartika
Dibaca: 3 kali
Bagikan:
‎Anggota DPRD Bandar Lampung Yunika Buka Suara Soal Laporan Penggelapan Mobil Rental Rp1,16 Miliar
Foto: Kupas Tuntas

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

‎Anggota DPRD Kota Bandar Lampung dari Partai Gerindra, Yunika Indahayati, membantah dugaan penggelapan sebagian mobil rental yang dilaporkan ke Polda Lampung dengan nilai kerugian mencapai Rp1,16 miliar.

‎Yunika menggarisbawahi, mobil-mobil yang disebut dalam laporan tersebut tidak digelapkan, melainkan diserahkan kepada pemilik rental.

‎Dugaan penggelapan itu dilaporkan ke Polda Lampung melalui laporan polisi nomor LP/B/593/VIII/2026/SPKT/POLDA LAMPUNG tertanggal 7 Agustus 2026.

‎Menanggapi laporan tersebut, Yunika melalui kuasa hukumnya, Sopian Sitepu, menyebut persoalan itu merupakan urusan pribadi antara Yunika dan pemilik rental berinisial D.

‎"Ini persoalan pribadi antara Ibu Yunika dengan pemilik rental yang berinisial D. Jadi tidak ada hubungannya dengan partai dan tidak ada hubungannya dengan jabatan. Ini murni urusan pribadi," kata Sopian saat memberikan keterangan kepada wartawan, Sabtu (19/9/2026) .

‎Menurut Sopian, hubungan Yunika dengan D sebelumnya berjalan baik. Bahkan, kata dia, Yunika membantu menggunakan sebagian mobil milik D karena kendaraan tersebut mengalami kesulitan dioperasikan akibat persoalan konsumen.

‎"Menurut versi Ibu Yunika, itu adalah permintaan dari D untuk dipakai mobilnya. Karena beberapa mobilnya susah dioperasikan karena kesulitan konsumen, maka dibantulah," ujarnya.

‎Ia juga membantah adanya persoalan pembayaran yang tidak dilakukan secara rutin.

‎"Pembayaran-pembayaran dilakukan dengan teratur. Dilakukan dengan rutin. Itu yang dilakukan oleh Ibu Yunika," kata Sopian.

‎Sementara terkait sebagian mobil yang disebut dalam laporan telah diambil dari lokasi lain, Sopian menuturkan versi Yunika menyebut kendaraan tersebut memang telah diserahkan.

‎"Adapun mobil yang menurut versi media diambil dari tempat lain, itu menurut versi Ibu Yunika adalah diserahkan," jelasnya.

‎Sopian menuturkan pihaknya belum ingin menyimpulkan siapa yang benar atau salah sebelum mencocokkan perhitungan antara kedua pihak.

‎Ia memastikan pihaknya akan menemui pemilik rental maupun penyidik Polda Lampung untuk mengetahui duduk perkara secara utuh.

‎"Kami tidak mengemukakan mutlak A benar atau B yang salah. Kami mau lihat menurut versi hitungan dan menurut versi hitungan dia. Kalau ada hal-hal yang kurang lebih, itu akan kami bicarakan dan bereskan," ujarnya.

‎Di sisi lain, Yunika mengaku kaget dengan pemberitaan yang menyebut dirinya melakukan penggelapan.

‎Ia menyebut hubungan dengan D selama ini sangat baik dan menganggap pemilik rental tersebut seperti adiknya sendiri.

‎"Hubungan saya sama Saudara Debi itu hubungan yang sangat-sangat baik. Sebagai dia pihak rental dan sebagai saya penyewa rental. Bahkan dia seperti adik saya sendiri," kata Yunika.

‎Yunika juga membantah nilai tagihan sekitar Rp1,1 miliar yang disebut dalam perkara tersebut.

‎Menurutnya, angka tersebut tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.

‎"Di situ juga ada nilai sekitar Rp1 miliar 100 sekian soal tagihan. Itu saya pastikan juga tidak benar," tegasnya.

‎Ia beralasan, jika tagihan tersebut benar mencapai angka sekitar Rp1,1 miliar, maka jumlah kendaraan yang disewa maupun tunggakannya seharusnya jauh lebih besar.

‎"Menurut saya itu tagihan mobil kira-kira mungkin ada 100 mobil lebih kalau bisa ada tagihan segitu," ujarnya.

‎Yunika juga menuturkan selama ini terdapat mekanisme penghentian kendaraan melalui GPS apabila terjadi keterlambatan pembayaran.

‎"Mobil telat dua hari saja misalkan, mobilnya juga langsung dimatiin GPS-nya," katanya.

‎Terkait tudingan bahwa sebagian kendaraan telah digadaikan, Sopian menuturkan pihaknya belum menemukan informasi tersebut berdasarkan versi yang diterimanya dari Yunika.

‎"Kami akan konfirmasi ke penyidik Polda dari mana datanya itu, termasuk ada yang digadaikan atau tidak. Karena kami menurut versi yang kami dapat, itu tidak ada," kata Sopian.

‎Ia menuturkan lebih lanjut, Yunika juga mengaku belum menerima klarifikasi atau pemeriksaan terkait laporan tersebut.

‎Sopian menuturkan pihaknya akan segera berkoordinasi dengan penyidik Polda Lampung untuk mengetahui perkembangan perkara tersebut.

‎"Kami akan segera bertemu dengan teman-teman penyidik di Polda, akan kami tanyakan kasusnya bagaimana dan di mana sangkut panggilannya. Ibu Yunika, kita akan konfirmasi, kami akan kooperatif," pungkasnya.

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari