BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -
Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Anggaran Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Bandar Lampung pada 2027 direncanakan turun sekitar Rp209 miliar dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan tersebut terjadi setelah alokasi anggaran yang bersumber dari dana pinjaman PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) sebesar Rp99 miliar tidak lagi masuk dalam komposisi anggaran tahun depan.
Kepala Dinas PU Kota Bandar Lampung, Dedi Sutiyoso, mengungkapkan pagu anggaran instansinya pada 2027 diproyeksikan sekitar Rp247 miliar. Jumlah itu menyusut hampir 46 persen dibandingkan anggaran 2026 yang mencapai Rp456 miliar.
"Pagu anggaran pada 2027 turun jadi sekitar Rp247 miliar," kata Dedi, Kamis (15/10/2026).
Di tengah rencana pengurangan anggaran tersebut, realisasi keuangan beragam program Dinas PU menunjukkan capaian yang berbeda. Program pengelolaan sumber daya air tercatat terealisasi 35 persen, penyediaan air minum 52,8 persen, sedangkan sistem drainase mencapai 45 persen.
Sementara itu, realisasi keuangan untuk pengadaan gedung fisik mencapai 86,7 persen. Program pengembangan jasa konstruksi mencatat realisasi 94 persen, sedangkan pengembangan perumahan baru mencapai 39,20 persen.
Dedi menyampaikan data tersebut sebagai gambaran perkembangan pelaksanaan program yang ditangani instansinya. Capaian realisasi yang berbeda menunjukkan beragam aktivitas masih memiliki porsi anggaran yang belum terserap hingga periode pelaporan tersebut.
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Bandar Lampung, Zaky Irawan, menjelaskan bahwa berkurangnya pagu Dinas PU antara lain dipengaruhi tidak dicantumkannya kembali dana SMI sebesar Rp99 miliar yang masuk dalam anggaran 2026.
"Kalau di 2026 ada dana dari SMI yang masuk, yaitu Rp99 miliar. Tapi di anggaran 2027 ini kan tidak dimasukkan lagi, jadi nilainya kecil," ujar Zaky.
Meski demikian, Pemkot Bandar Lampung masih merencanakan penggunaan dana SMI sebesar Rp65 miliar untuk infrastruktur dan pengembangan gedung Rumah Sakit A Dadi Tjokrodipo. Menurut Zaky, anggaran tersebut semula direncanakan digunakan tahun ini, tetapi pelaksanaannya ditunda hingga Januari 2027.
"Seharusnya tahun ini juga yang Rp65 miliar, tapi dipending ke Januari tahun depan," ungkapnya.
Dengan perubahan komposisi pembiayaan tersebut, anggaran Dinas PU pada 2027 akan lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya. Pemerintah kota perlu menyesuaikan pelaksanaan program dengan pagu yang tersedia, termasuk memastikan aktivitas prioritas seperti infrastruktur dan pengembangan dan pemeliharaan infrastruktur dasar tetap mendapat perhatian. (*)