BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -
Sekitar 140 sekolah jenjang SMA dan SMK di Provinsi Lampung mendapat program revitalisasi pada tahun anggaran 2026.
Program tersebut menyasar berbagai fasilitas pendidikan dengan total anggaran mencapai sekitar Rp107 miliar yang bersumber dari APBN.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Lampung Thomas Amirico menyebutkan, proses revitalisasi masih berlangsung dan tersebar di 15 kabupaten/kota.
Menurut Thomas, revitalisasi tidak hanya berfokus pada ruang kelas, tetapi juga fasilitas penunjang yang berpengaruh terhadap kenyamanan proses belajar mengajar.
"Bentuk revitalisasinya berupa perbaikan toilet, rehabilitasi ruang kelas, perpustakaan, laboratorium, hingga penambahan ruang kelas baru," kata Thomas saat dimintai keterangan, Rabu (19/8/2026).
Salah satu perhatian utama pemerintah dalam program tersebut adalah sekolah yang berada di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Sekolah di kawasan tersebut dinilai membutuhkan dukungan infrastruktur agar peserta didik dapat memperoleh fasilitas pendidikan yang layak.
Thomas menyebutkan, pemerataan sarana pendidikan menjadi penting agar kualitas lingkungan belajar tidak terlalu timpang antara sekolah di daerah dan perkotaan.
"Kami memprioritaskan daerah 3T yang memang membutuhkan perbaikan segera. Mereka juga memiliki hak untuk mendapatkan fasilitas dan infrastruktur yang baik," ujarnya.
Ia memiliki harapan revitalisasi tersebut tidak sekadar memperbaiki kondisi fisik sekolah, tetapi juga memberikan dampak terhadap kenyamanan siswa selama mengikuti aktivitas belajar.
"Supaya anak-anak di sana bisa merasakan kenyamanan belajar seperti di kota-kota besar, dengan sekolah yang bagus, baik, dan rapi sehingga mereka nyaman belajar," katanya.
Thomas memastikan seluruh anggaran revitalisasi 140 SMA dan SMK pada 2026 berasal dari pemerintah pusat melalui APBN. Sementara itu, Pemprov Lampung belum menyiapkan alokasi khusus dari APBD 2026 untuk infrastruktur dan pengembangan infrastruktur sekolah.
"Untuk saat ini belum ada alokasi dari APBD," jelasnya.
Sebelumnya, Pemprov Lampung telah menggunakan APBD untuk membiayai infrastruktur dan pengembangan fasilitas pendidikan, termasuk infrastruktur dan pengembangan sekolah di Kabupaten Tulang Bawang yang baru diselesaikan menggunakan anggaran tahun sebelumnya dan tahun berjalan.
Karena itu, dukungan APBD untuk infrastruktur dan pengembangan infrastruktur pendidikan akan kembali dikaji dengan melihat kemampuan keuangan daerah pada tahun berikutnya.
"Mudah-mudahan untuk tahun depan bisa kita evaluasi lagi kapasitas fiskal kita, untuk melihat bagian mana saja yang masih bisa kita dukung melalui APBD," katanya.
Selain merehabilitasi sekolah yang sudah ada, Disdikbud Lampung juga membangun satu unit sekolah baru pada 2026.
Sekolah tersebut yakni SMA Negeri 2 Bukit Kemuning di Kabupaten Lampung Utara.
infrastruktur dan pengembangan sekolah baru itu diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan sekaligus menambah ketersediaan fasilitas belajar di wilayah tersebut.