Wednesday, 14 October 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

1.813 Penerbangan Terdampak Karhutla, Gangguan Asap Meluas hingga Papua dan Maluku

14 October 2026 11:00 WIB
Oleh: Ahmad Fauzi
Dibaca: 3 kali
Bagikan:
1.813 Penerbangan Terdampak Karhutla, Gangguan Asap Meluas hingga Papua dan Maluku
Foto: Kupas Tuntas

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berdampak terhadap operasional penerbangan di beragam wilayah Indonesia. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat sebanyak 1.813 penerbangan terdampak asap karhutla sejak 11 Agustus hingga 12 Oktober 2026, dengan mayoritas mengalami pembatalan.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Lukman F. Laisa, menyebutkan dampak asap dalam beberapa hari terakhir mulai meluas. Jika sebelumnya gangguan banyak terjadi di Kalimantan dan Sumatera, kini beragam bandar udara di wilayah timur Indonesia juga ikut terdampak.

Berdasarkan catatan Kemenhub, periode 10–12 Oktober 2026, tercatat 95 penerbangan dari lima maskapai mengalami gangguan, terdiri atas 93 pembatalan dan dua keterlambatan.

“Kami melihat ada pergeseran sebaran dampak dalam beberapa hari terakhir. Karena itu, pengawasan kami perkuat melalui Kantor Otoritas Bandar Udara di masing-masing wilayah. Setiap keputusan operasional harus tetap mengutamakan faktor keselamatan penerbangan, dengan berpedoman pada kondisi jarak pandang aktual di lapangan,” ujar Lukman dalam keterangan tertulis, Selasa (13/10/2026).

Di Kalimantan, gangguan penerbangan masih terjadi di beragam bandara, yakni Bandara Iskandar di Pangkalan Bun dan Bandara Tjilik Riwut di Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Dampak serupa juga tercatat di Bandara Supadio Pontianak dan Bandara Rahadi Oesman Ketapang di Kalimantan Barat, serta Bandara Kalimarau di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.

Di wilayah Sumatera, Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II di Palembang, Sumatera Selatan, turut terdampak. Sementara itu, gangguan di kawasan timur Indonesia meliputi beragam bandara di Papua, Maluku, Maluku Utara, dan Sulawesi Barat. 

Beberapa di antaranya adalah Bandara Domine Eduard Osok di Sorong, Bandara Rendani di Manokwari, Bandara Douw Aturure di Nabire, Bandara Wamena di Jayawijaya, Bandara Pattimura di Ambon, Bandara Sultan Babullah di Ternate, serta Bandara Tampa Padang di Mamuju.

Selain akibat karhutla, Kemenhub juga mencatat empat penerbangan dibatalkan karena faktor lain, yakni sebaran abu vulkanik Gunung Lewotolok dan cuaca buruk.

Di tengah gangguan tersebut, pemerintah terus melakukan penanganan karhutla melalui operasi pemadaman dari udara. Pada periode 20 April hingga 11 Oktober 2026, operasi water bombing telah digelar sebanyak 5.006 siklus penerbangan dengan melibatkan 38 pesawat sipil asing dari 11 operator. Operasi tersebut menjangkau beragam wilayah rawan karhutla, termasuk Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Lampung, Aceh, Kalimantan, dan Papua Barat.

Kemenhub juga memperkuat koordinasi dengan BMKG untuk memantau cuaca dan jarak pandang, serta dengan BNPB, BPBD, pemerintah daerah, AirNav Indonesia, pengelola bandara, dan maskapai penerbangan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan penyesuaian jadwal maupun keputusan pembatalan dapat dilakukan berdasarkan kondisi aktual demi keselamatan penerbangan.

Lukman menyerukan masyarakat yang akan bepergian menggunakan pesawat agar memeriksa status penerbangan melalui kanal resmi maskapai atau bandara sebelum berangkat. Ia menekankan, keterlambatan dan pembatalan akibat asap karhutla dilakukan dengan mempertimbangkan keselamatan penumpang serta awak pesawat.

“Kami mengajak masyarakat untuk memahami bahwa penundaan atau pembatalan penerbangan dilakukan demi keselamatan bersama,” ujarnya.

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari